Berita

Rhoma Irama

Wawancara

WAWANCARA

Rhoma Irama: Patokannya Ucapan Ketum PKB Bahwa Saya Diusung Jadi Capres

SENIN, 14 APRIL 2014 | 09:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Raja dangdut Rhoma Irama tidak mengklaim keberhasilan PKB dalam Pileg lalu gara-gara dirinya saja. Tapi banyak tokoh lain memberikan kontribusi.

“Itu kan hanya klaim masyarakat saja. Saya tidak mengklaim keberhasilan PKB akibat dari Rhoma effect,’’ kata Rhoma Irama kepada’Rakyat Merdeka, di Jakarta, kemarin

Menurut bakal capres PKB itu, banyak faktor membuat perolehan suara PKB dalam Pemilu 2014 berdasarkan quick count di kisaran 9 sampai 10 persen. Ini berarti naik 100 persen dibanding Pemilu 2009.


“Faktor itu di antaranya warga NU yang sangat kompak, bergeraknya organisasi yang berada di bawah NU, Dhani Dewa yang beberapa kali kampanye untuk PKB, ada Mahfud MD, Jusuf Kalla, dan Rusdi Kirana. Semuanya memberikan kontribusi,’’ paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Pernah Anda mengira PKB booming seperti itu?
Saya sudah memprediksi sebelumnya. Ketika saya bersama Soneta mengadakan kampanye dan blusukan di berbagai daerah. Respons masyarakat sangat besar. Begitu juga kampanye yang dilakukan oleh kader-kader dan simpatisan sangat meriah.

Anda yakin tetap menjadi capres dari PKB?
Saya sangat yakin. Ketua Umum PKB  Muhaimin Iskandar masih konsisten dengan ucapannya bahwa tetap mengusung Rhoma sebagai capres dari PKB. Itu keputusannya sudah final. Jadi saya tetap pede akan dicalonkan PKB.

Banyak tokoh PKB yang bisa dicalonkan, apa Anda siap bersaing?
Bukan soal siap atau tidak bersaing dengan mereka. Tapi saya memegang ucapan dari ketua umum. Itu saja patokan saya. Saya yakin ucapan ketua umum dari awal hingga nanti saat pencalonan presiden tidak akan berubah.

Siapa calon ideal pendamping Anda?
Itu domian partai. Biarkan partai yang menentukan. Saya tidak bisa menentukan sendiri untuk hal itu. Siapa pun pendamping saya nanti. Saya akan terima. Saya yakin itu pilihan yang terbaik dari partai.

Apa sudah ada bocoran PKB akan koalisi dengan siapa?
Saya belum dapat info. Yang pasti, PKB terbuka dengan partai mana pun. Untuk membenahi persoalan bangsa, PKB bisa koalisi dengan partai yang berbeda ideologi dengan kami. PKB bersifat pluralis. Bisa bekerja sama dengan partai berbasis Islam maupun nasionalis.

Sudah adakah pimpinan partai lain yang berbicara dengan Anda mengenai capres atau cawapres?
Belum ada yang membicarakan hal-hal resmi mengenai pencapresan. Hanya pembicaraan yang tidak resmi dengan partai lainnya. Menjalin silaturahmi dan hubungan baik antar sesama.

Apa Anda tetap blusukan?
Saya ingin istirahat sejenak. Beberapa bulan terakhir ini jadwal saya sangat padat untuk kampanye. Bertemu masyarakat di berbagai daerah. Nanti  menjelang pilpres akan blusukan lagi. ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya