Berita

Politik

Jokowi Panik, Kenapa Tidak Tunggu Partai Lain Datang Melamar?

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 16:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Calon Presiden PDI Perjuangan Joko Widodo pulang anting mendatangi pimpinan partai politik. Kemarin, dalam sehari, dia bertemu Ketua Umum Nasdem Surya Paloh, Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Langkah politik ini mengindikasikan Jokowi sangat haus kekuasaan.

"Sekarang rakyat tahu siapa calon presiden yang paling bernafsu ingin berkuasa. Blusukan politik ini menjadi bukti nyata bahwa Jokowi ngebet ingin menjadi Presiden," kata pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah,  Pangi Syarwi Chaniago, kepada wartawan di Jakarta, Minggu (13/4).

Menurut dia melihat selain menimbulkan dugaan Jokowi ngebet jadi calon presiden, blusukan politik yang dilakukannya juga mengisyaratkan adanya kerenggangan hubungan antara Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


"Megawati adalah tokoh politik yang sangat dihormati. Seharusnya yang dilakukan Jokowi berdiam di rumah Megawati dan menunggu partai lain datang melamar," katanya

Chaniago melihat langkah Jokowi tersebut lebih berkesan grasak grusuk politik daripada blusukan politik karena Capres PDIP ini sepertinya sedang panik.

"Mungkin beliau takut namanya dicoret dari Capres PDIP setelah Jokowi Effect yang diandalkan ternyata gagal memenuhi harapan partai," tambahnya.[dem]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya