Berita

foto:net

Dunia

Malaysia Tepis Isu Panggilan Co-pilot MH370 Sebelum Hilang

MINGGU, 13 APRIL 2014 | 15:47 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemerintah Malaysia menepis isu yang mengatakan bahwa co-pilot pesawat Malaysia Airlines MH370 Fariq Abdul Hamid sempat menelepon beberapa saat sebelum pesawat menghilang.

Menteri Transportasi Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan kepada wartawan di Kuala Lumpur beberapa saat lalu (Minggu, 13/4) bahwa pemerintah tidak mengetahui setiap panggilan yang dibuat dari kokpit pesawat.

"Sejauh yang saya tahu, tidak ada," katanya, seperti dilansir dari AFP hari ini.


Namun, Hishammuddin menambahkan bahwa ia tidak ingin berspekulasi dalam ranah yang sedang ditangani polisi dan badan-badan internasional lainnya dalam menyelidiki kasus ini.

"Sekarang, saya tidak ingin mengganggu penyelidikan yang sedang dilakukan, tidak hanya oleh polisi Malaysia tapi juga FBI, MI6, intelijen China dan badan-badan intelijen lainnya," katanya pada konferensi pers itu.

Hingga saat ini, kata Hishammuddin, pihak berwenang belum menemukan kecurigaan terhadap penumpang.

"Kecuali kita menemukan informasi lebih lanjut, khususnya data dalam black box," tandasnya.

Sebelumnya New Straits Times, Sabtu (12/4) merilis, Co-pilot Fariq Abdul Hamid (27 tahun) membuat panggilan telepon dengan telepon genggamnya setelah pesawat berbelok dari jalur penerbangannya yang sebenarnya dan terbang rendah di dekat Pulau Penang.

Panggilan dari telepon Co-pilot itu berakhir tiba-tiba setelah kontak terjadi dengan sebuah menara komunikasi. Surat kabar itu mengutip sejumlah sumber yang mengatakan bahwa menara telekomunikasi "menangkap pangilan telepon yang sedang dilakukan Fariq". Namun laporan itu mengatakan, sumber-sumbernya menolak untuk mengungkapkan siapa yang  dihubungi pilot itu. [rus]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya