Berita

ilustrasi/rmol

Dunia

Topan Ita Hantam Australia, 30 Ribu Orang Disarankan Mengungsi

SABTU, 12 APRIL 2014 | 13:41 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Topan Ita berkekuatan 230 kilometer per jam hantam pantai Great Barrier Reef Australia pada Jumat malam (11/4).

Menurut Badan Meteorologi Australia, topan tersebut berada dalam kategori keempat dari total lima kategori di mana angin kencang masih mengancam wilayah Cooktown.

Selain itu topan Ita itu juga dikabarkan sempat melanda wilayah Cape Flattery sekitar pukul 21:00.


"(Topan) Ita melanda Cape Flattery dengan hembusan angin 230 kilometer per jam. Badai topan itu bergerak dengan kecepatan 12 kilometer per jam dan diperkirakan akan terus bergerak ke selatan-barat daya
secara bertahap," kata keterangan dari Biro Meteorologi Australia.

Topan itu, lanjut keterangan juga diprediksi melanda wilayah Port Douglas dan kota Cairns pada Sabtu pagi (12/4).

Biro Meteorologi Australia juga memperingatkan adanya potensi hujan lebat yang akan berdampak pada banjir dan gelobang badai.

Akibat badai tersebut, seperti dilansir media Australia ABC (12/4), sebanyak 30 ribu orang disarankan untuk mencari perlindungan lain.

Perdana Menteri Queensland Campbell Newman juga mengeluarkan peringatan bahwa rumah-rumah yang dibangun sebelum tahun 1985 mungkin tidak mampu menahan dampak topan Ita. Pasalnya sebelum tahun 1985, belum diberlakukan peraturan bangunan baru yang dapat bertahan bila terjadi sejumlah bencana.

"Ini masih siklon destruktif yang memiliki angin yang sangat kuat," kata Newman. [mel]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya