Berita

john kerry/net

AS Ucapkan Selamat atas Tahun Baru Etnis Bengali

SABTU, 12 APRIL 2014 | 11:55 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, megucapkan selamat atas tahun baru kebudayaan etnis Bengali di Bangladesh.

"Salam hangat bagi masyarakat Bengali di seluruh dunia atas kesempatan tahun baru Pahela Boishakh. Amerika Serikat bergabung bersama kalian dalam merayakan sejarah hidup dan budaya etnis Bengali. Warisan budaya, makanan, lagu puisi, seni, dan sastra telah sangat kaya," kata Kerry seperti dilansir dari Zee News (Sabtu, 12/4).

Tahun Baru Bengali atau Pohela Boishakh yang jatuh setiap tanggal 13 atau 14 April merupakan hari pertama dalam kalendar Bengali di Bangladesh.


Hal yang unik dari perayaan ini, masyarakat Bangladesh menggunakan tepung untuk melukis pola pada tanah dari bagian depan rumah mereka, di tengah-tengah desain yang mereka menempatkan pot gerabah, dihiasi dengan swastika merah dan putih yang merupakan simbol keagamaan, dan diisi dengan air suci. Mereka juga menaruh cabang pohon mangga di dalam panci, yang harus terdiri dari lima ranting.

Tradisi ini merupakan lambang dari harapan untuk nasib yang lebih baik dalam keluarga.

"Ketika kalian berkumpul dengan keluarga dan teman-teman untuk merayakan tahun baru, ketahuilah bahwa Amerika Serikat berdiri bersama kalian sebagai mitra dan teman. shubho nobo borsho!" kata Kerry, dengan mengucapkan selamat tahun baru dalam bahasa Bengali. [ysa]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya