Berita

novi ayla/net

Novi Ayla Akan Tampil dalam Jakarta Melayu Festival

RABU, 09 APRIL 2014 | 16:19 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Saat ini, bisa dikatakan, musik dangdut sudah keluar dari jalur aslinya. Bukan saja dari penampilan sang penyanyi, melainkan juga dari syair-syairnya. Tak sedikit, penampilan penyanyi dan syair-syarirnya sudah melenceng dan menyimpang dari budaya timur, atau dengan kata lain, vulgar.

Demikian disampaikan Novi KDI, atau Kongtes Dandgdut Indonesia (KDI). Karena itulah, hal ini, yang menjadi salah satu alasan Novi untuk pindah ke musik melayu. Apalagi, dandgut juga merupakan musik campuran, yang diantaranya ada unsur musik melayu.

"Saya di KDI tahun 2007, pada tahun 2009, saya hijrah ke musik melayu. Makanya saya juga pakai hijab sekarang," kata Novi, yang kini menjadi Novi Ayla, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/4).


Novi juga beralasan, dia mau menyajikan musik yang sehat kepada generasi muda. Apalagi musik melayu juga merupakan musik yang menjadi bagian dari budaya asli Indonesia. Dan ini harus dijaga dan dirawat oleh semua anak bangsa.

"Saya khawatir dengan generasi muda, yang mereka tahu musik yang syairnya vulgar. Bagi saya sendiri, semua pekerjaan kan harus dipertanggungjawabkan. Saya merasa bertanggungjawab," kata Novi Ayla, yang juga percaya serta optimis, di masa depan, musik melayu relegius akan menjadi lagi idola kaum muda dan remaja Indonesia.

Novi berharap, pemerintah pun punya perhatian khusus kepada musik melayu ini. Dia mengakui, di TVRI, yang merupakan televisi pemerintah, sudah ada ruang yang menyajikan acara musik melayu. Namun sayang, acara tersebut ditayangkan pada pukul 23.00 WIB.

"Kalau pukul 23.00 kan remaja dan anak-anak muda sudah tidur, karena besoknya harus sekolah atau kuliah. Harapan kita pemerintah ada perhatian lebih lagi. Jangan sampai, kalau nanti ada negara lain yang mengklaim, baru kita ribut," demikian Novi, yang akan tampil dalam Jakarta Melayu Festival pada 22 Agustus mendatang di Theater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. [ysa]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya