Berita

Dunia

Dalai Lama Akan Kunjungi Korban Gempa Jepang

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 17:22 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, dijadwalkan akan berkunjung ke Jepang, dimulai hari ini (Minggu, 6/4).

Jurubicara Dalai Lama, Lhakpa Tshoko, mengatakan bahwa peraih Nobel Perdamaian tahun 1989 itu akan melakukan doa bersama dan memberikan hiburan kepada para korban gempa bumi dan tsunami Jepang yang terjadi pada 11 Maret 2011 lalu.

"Yang Mulia (Dalai Lama) akan menghadiri layanan doa khusus besok (Senin, 7/4) bersama mereka yang terkena dampak bencana di kota Sendai (Jepang)," kata Tshoko, seperti dilansir dari Zee News hari ini.


Seperti diketahui, gempa berkekuatan 9 Skala Richter dan tsunami tiga tahun lalu telah menewaskan ribuan orang tewas maupun hilang di
Jepang.

"Salah satu tujuan utama kunjungan adalah untuk memberikan dukungan emosional dan kekuatan bagi mereka yang terkena bencana gempa bumi, tsunami dan bencana nuklir," lanjut Tshoko.

Dalai Lama merupakan tokoh spiritual yang memperjuangkan otonomi lebih bagi Tibet, dan bukan kemerdekaan. Ia mengasingkan diri ke India sejak tahun 1959 setelah terjadi kerusuhan di Tibet. Dalai Lama kini mengadvokasi dan mencari jalan tengah
sebagai upaya mendapatan otonomi lebih bagi Tibet.

Tibet sendiri merupakan wilayah otonomi di bawah pemerintahan China. Pemerintah China disebut telah melakukan penekanan politik dan membatasi kebebasan beragama di Tibet. Namun China membantah dan menyebut bahwa pembangunan ekonomi telah berhasil memperbaiki hidup masyarakat Tibet.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya