Berita

Menteri Pertahanan Malaysia Bentuk Tiga Komite terkait Pencarian MH370

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 15:02 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Malaysia masih terus berusaha untuk mencari pesawat MH370 yang hilang kontak hampir sebulan ini.

Menteri Malaysia Pertahanan yang juga merangkap sebagai Menteri Transportasi Hishammuddin Hussein (Sabtu, 5/4) mengatakan pihaknya telah membentuk tiga komite menteri yang ditugaskan terkait pencarian MH370.

Komite pertama yang disebut The Next of Kin. Komite ini akan dipimpin oleh Wakil Menteri Luar Negeri Malaysia Hamzah Zainuddin. Di pos itu, Hamzah akan mengawasi semua aspek mengenai keluarga para korban, seperti memberikan informasi tentang operasi pencarian.


"Komite (pertama) juga akan berkoordinasi dengan pemerintah asing," jelasnya, sebagaimana dikutip dari CNN (Minggu, 6/4).

Hishammuddin melanjutkan bahwa Wakil Menteri Perhubungan Abdul Aziz Kaprawi akan bertanggung jawab di komite kedua untuk mengawasi teknis, khususnya, pembentukan dan penunjukan tim investigasi.

Sementara itu, Abdul Rahim Bakri, Wakil Menteri Pertahanan, akan memimpin komite ketiga yang mengambil alih masalah yang berkaitan dengan penyebaran aset untuk operasi pencarian.

"Komite ketiga itu juga akan bekerja sama dengan mitra asing dan tetap berhubungan dengan Badan Koordinasi Bersama Pusat Australia," tambah Hishammuddin. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya