Berita

Dunia

PEMILU AFGHANISTAN

India: Kami Salut terhadap Rakyat Afghanistan

MINGGU, 06 APRIL 2014 | 14:08 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

India memuji para pemilih Afghanistan yang tak takut, meski telah banyak terjadi serangkaian serangan teror jelang pelaksanaan pemilihan umum kemarin.

Karena itu, negara yang memiliki ikon Taj Mahal ini akan terus mendukung rakyat
Afghanistan dalam membangun bangsa yang berdaulat dan demokratis.

"Kami salut terhadap rakyat Afghanistan yang ternyata dalam jumlah besar untuk tetap menjalankan pemilu meskipun ancaman kekerasan dan intimidasi dari teroris dan orang-orang yang tidak ingin melihat Afghanistan kuat, demokratis dan berdaulat," begitu isi pernyataan Kementerian Luar Negeri India, sebagaimana dilaporkan Press Trust of India (Minggu, 6/4).

"Kami salut terhadap rakyat Afghanistan yang ternyata dalam jumlah besar untuk tetap menjalankan pemilu meskipun ancaman kekerasan dan intimidasi dari teroris dan orang-orang yang tidak ingin melihat Afghanistan kuat, demokratis dan berdaulat," begitu isi pernyataan Kementerian Luar Negeri India, sebagaimana dilaporkan Press Trust of India (Minggu, 6/4).

Kementerian itu juga menegaskan bahwa ekspresi demokratis rakyat Afghanistan adalah penolakan gemilang dari desain dan ideologi teroris dan pendukung mereka yang terus mengejar tujuan-tujuan jahat mereka sampai hari terakhir kampanye.

"Orang-orang Afghanistan, termasuk para pemuda dan perempuan, telah berbicara secara lantang dan jelas. Ini adalah pesan penting bahwa setiap orang harus mendengarkan," lanjut pernyataan tersebut. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya