Berita

Dunia

Gempa 5,3 SR di Tiongkok Cederai 10 Orang

SABTU, 05 APRIL 2014 | 20:36 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Gempa berkekuatan 5,3 Skala Richter mengguncang sebuah kota di barat daya Tiongkok, pagi tadi (Sabtu, 5/4).

Gempa ini menyebabkan setidaknya 10 orang cedera dan beberapa rumah runtuh.

Pusat Jaringan Gempa Tiongkok mengatakan bahwa gempa mengguncang Xiluodu, Kabupaten Yongshan di Propinsi Yunnan pada pukul 06:40 waktu setempat.


Sementara itu, dua jalan raya di wilayah pegunungan yang tidak jauh dari lokasi gempa ditutup karena banyaknya bebatuan yang jatuh.

Warga yang sebagian diantaranya masih tertidur pulas segera berlari keluar dari rumah mereka setelah mereka dibangunkan oleh gempa.

"Kami merasa gempa kuat sekali, tapi itu tidak berlangsung lama," kata seorang warga setempat, seperti dilaporkan Xinhua hari ini.

Yongshan adalah rumah bagi proyek PLTA Xiluodu, PLTA terbesar kedua China, yang hanya berjarak 15 km dari pusat gempa.

Namun Lembaga Penelitian Pencegahan Bencana Yunan, Zhang Jianguo membantah rumor bahwa gempa ini berkaitan dengan adanya PLTA Xiluodu.

Menurut lembaga itu, daerah tersebut memang memiliki sejarah gempa.

Dalam catatan, Provinsi Yunnan memang rentan terhadap gempa bumi. Pada September 2012 lalu, gempa bumi yang melanda Provinsi Yunnan dan
sekitarnya telah menewaskan 81 orang. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya