Berita

tps/net

Dunia

TPS Meledak, Tiga Pemilih Terluka

SABTU, 05 APRIL 2014 | 19:17 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Sebuah ledakan terjadi di tempat pemungutan suara (TPS) di Logar, Afghanistan Timur pagi tadi (Sabtu, 5/4). Setidaknya tiga pemilih mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Begitu dikatakan kepala daerah Mohammad Agha, Abdul Hamid seperti dilansir Xinhua. Kata dia, sebuah alat peledak improvisasi (IED) meledak di tempat pemungutan suara di Mughul, Mohammad Agha pada pukul 09.03 waktu setempat

"Para korban telah dilarikan ke sebuah rumah sakit tak jauh dari lokasi kejadian," ujar Abdul Hamid.


Belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan ini. Namun, pihak Taliban telah lama bersumpah akan menargetkan semua pekerja, aktivis, aparat keamanan dan kantor-kantor pemerintah untuk mengganggu jalannya pemungutan suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Afghanistan menyebut sekitar 13,5 juta orang, termasuk 3,8 juta diantaranya merupakan pemilih pemula, telah terdaftar untuk memberikan hak suara.

Dalam pemilu ini, Menteri Luar Negeri Afghanistan Abdullah yang juga pernah mencalonkan diri dalam pilpres 2009 digadang-gadang akan tampil sebagai pemenang. Dalam berbagai survei, ia memiliki peluang lebih baik ketimbang kandidat lainnya seperti mantan akademisi Ashraf Ghani  dan mantan Menteri Luar Negeri Zalmai Rassoul. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya