Berita

JOKO WIDODO/NET

Politik

Jokowi Berpeluang Jual Aset Negara Seperti Megawati

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 16:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Tidak ada jaminan bila Jokowi jadi presiden akan lepas dari pengaruh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Pasalnya, Jokowi dibesarkan dari kultur budaya Jawa dan menjunjung tinggi sungkan alias ewuh pakewuh.

"Aspek budaya mempengaruhi perilaku manusia, termasuk perilaku pengambilan keputusan bila Jokowi jadi presiden. Jokowi dibesarkan oleh budaya-budaya Jawa dan sungkan terhadap sesuatu, terlebih Mega," kata pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing di Jakarta, Kamis (3/4).

Lanjut dia, tak ada jaminan Jokowi saat mengambil kebijakan bisa lepas dari bayang-bayang Mega. Terlebih, Gubernur Jakarta itu sering mengungkapkan kalimat 'terserah ibu' dan 'terserah ketua umum'.


"Sangat besar kemungkinan Jokowi tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh Mega. Andaikan Mega tak memberikan mandat, Jokowi pun tak menjadi capres," ungkap Emrus.

Ia melanjutkan, Mega akan menjadi orang yang mendikte. Tetapi untuk menjaga itu, Mega akan menggunakan pendekatan komunikasi yang higtcontek, pendekatan level tinggi. Dengan begitu Jokowi akan sulit menolaknya.

Sedangkan terkait kebijakan penjualan Indosat dan kasus BLBI yang menuai pro kontra pada masa Mega jadi presiden, dikhawatirkan akan terulang bila Jokowi jadi presiden.

"Tak ada jaminan Jokowi untuk tidak menjual. Karena tergantung gejolak ekonomi bangsa. Sangat tergantung perekonomian, karena penuh dinamika. Bisa saja ekonomi terancam dan butuh fresh money dan akhirnya menjual aset negara. Hal itu biar waktu lah yang akan membuktikan," tandas Emrus sambil menambahkan bahwa ookowi akan berpikir secara global karena ekonomi bangsa juga akan terpengaruh negara-negara lain.[wid]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Permintaan Chip AI Dongkrak Saham Intel hingga 24 Persen

Sabtu, 25 April 2026 | 12:18

Apa Itu UNCLOS? Dasar Hukum Jadi Acuan Indonesia di Selat Malaka

Sabtu, 25 April 2026 | 12:03

Purbaya Siap Geser hingga Non-Job Pegawai Pajak Bermasalah

Sabtu, 25 April 2026 | 12:02

Jalan Mulus Kevin Warsh ke Kursi The Fed, Dolar AS Langsung Terkoreksi

Sabtu, 25 April 2026 | 11:45

Subsidi Motor Listrik Disiapkan Lagi, Pemerintah Bidik 6 Juta Unit

Sabtu, 25 April 2026 | 11:16

IHSG Sepekan Anjlok 6,61 Persen, Kapitalisasi Pasar Menciut Jadi Rp12.736 Triliun

Sabtu, 25 April 2026 | 10:59

Rupiah Melemah, DPR Desak Pemerintah Jaga Daya Beli Rakyat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:48

Wamen Ossy Gaspol Benahi Layanan Pertanahan: Target Tanpa Antrean dan Lebih Cepat

Sabtu, 25 April 2026 | 10:27

Ketergantungan pada Figur, Cermin Lemahnya Demokrasi Internal Parpol

Sabtu, 25 April 2026 | 10:02

Netanyahu Akui Sempat Jalani Terapi Kanker Secara Diam-diam

Sabtu, 25 April 2026 | 09:51

Selengkapnya