Berita

hatta rajasa/net

Hatta Rajasa: Berpikir dan Berzikir Adalah Kunci Sukses

KAMIS, 03 APRIL 2014 | 07:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Menko Perekonomian RI, Hatta Rajasa, menghadiri agenda serap aspirasi dan silaturahmi dengan tokoh ulama dan masyarakat kabupaten Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, di Pendopo Agung Bangkalan, malam ini (Rabu, 2/4).

Di kesempatan itu, selain menerima gelar kehormatan warga Madura, Hatta pun membuka diri untuk menerima masukan dan pertanyaan dari masyarakat jelata.

Salah satu yang menarik "curhat" seorang kepala sekolah sebuah sekolah menengah atas di Bangkalan, Maria Ulfa. Pertama-tama, ibu berkerudung itu menyampaikan pandangannya bahwa pembangunan di Bangkalan belum juga maju setelah enam tahun beroperasinya Jembatan Suramadu.


Maria Ulfa mengatakan, pemikiran Hatta bisa dipakai untuk pembangunan Bangkalan dan Madura pada umumnya. Ia mengutarakan doa dan harapannya agar Hatta Rajasa melaju ke ranah pemilihan presiden dan sukses di sana.

"Semoga kalau Bapak jadi calon presiden dan sukses jadi presiden, semoga semua bisa terimplementasikan," tegasnya.

Menjawab harapan dari ibu itu, Hatta pertama-tama mengatakan bahwa dua fenomena dunia dan proses peradaban yang sedang terjadi tidak bisa dielak. Pertama, proses globalisasi, integrasi ekonomi global. Dan, kedua adalah pengaruh teknologi ke dalam pembangunan ekonomi.

"Semua persoalan yang menyangkut pembangunan itu bisa dijawab kalau kita perkuat SDM. Tidak ada jalan lain kecuali pendidikan," tegasnya.

Hatta pun sempat menceritakan kenangan masa kecilnya tentang pendidikan yang diberikan oleh sang ibu. Pendidikan tradisional itu masih melekat di dirinya. Dia tegaskan, pendidikan adalah akar dari keberhasilan.

"Ibu saya simpel saja mengajari saya. Kalau saya tidak mengaji, saya disabet pakai rotan. Saya merasa pendidikan yang tradisional itu begitu melekat dalam bagi saya, yaitu berpikir dan berzikir," ungkap besan dari Presiden Yudhoyono itu.

Kepada ibu yang berprofesi pendidik itu, ia meminta kalau ada perubahan kurikulum dari pemerintah sebaiknya jangan diributkan dulu, karena pasti sudah lewat mekanisme yang dipikirkan matang.

"Tapi kalau kurikulum itu menjauhkan kita dari pedidikan agama, dan jadikan kita manusial sekuler, maka harus dilawan. Mari jalankan sistem pendidikan yang baru, saya yakin bisa menghasilan manusia-manusia berakhlak baik," tandas Hatta. [ysa]

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya