Berita

ilustrasi

Trending Topic

Keren, Bakal Dibangun Bandara Terapung Di Semarang

KAMIS, 20 MARET 2014 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Tweeps mendukung rencana pemerintah menjadikan Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, sebagai bandara terapung pertama di Indonesia. Mereka mendukung pengembangan bandara tersebut karena mengadopsi konsep eco airport  atau bandara ramah lingkungan.

Di Twitter, account @m_fajr mengatakan, pendirian bandara terapung akan mengurangi dampak kebisingan pesawat, pencemaran air, dan emisi pencemaran udara. “Bagus pemerintah sudah berpikir maju,” kicaunya.

Pemilik account @i_rieginal berharap, pembangunan bandara terapung berkontribusi langsung dalam langkah menurunkan emisi dan memperbaiki lingkungan. “Negara ini harus lebih maju dalam membangun infrastruktur,” ujarnya.


Tweeps @sinuhum.alfaroby memuji langkah pemerintah mengembangkan bandara terapung di Indonesia. “Hebat, salut untuk pemerintah. Maju terus dan semoga segera terealisasi pembangunannya,”  katanya.

Facebooker Aank El menyatakan, pembangunan bandara terapung dapat diterapkan di bandara lainnya di Indonesia. “Semoga bandara-bandara lainnya juga segera menyusul untuk mengembangkan bandara ramah lingkungan,” ujarnya.

Facebooker Putri Perdani bilang, mendirikan bandara ramah lingkungan adalah hal yang penting. “Ini awal yang baik dan sebuah tindakan nyata untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mewujudkan eco-airport. Tapi jangan hanya menjadi wacana saja,” katanya.

Facebooker Radea Mihardja mengatakan, konsep eco airport ini akan juga mendukung program pemerintah mencegah global warming. “Demen banget ama yang ramah lingkungan gini dah, bisa mengurangi pemanasan global,” kicaunya.

Seperti diketahui, PT Angkasa Pura I (Persero) akan mengembangkan terminal baru di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Bandara ini akan mengadopsi konsep eco airport  atau bandara ramah lingkungan yang dibangun di atas tanah rawa dan air tanpa menggangu lingkungan.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura (AP) I Farid Indra mengatakan, pembangunan bandara Ahmad Yani di atas air, nantinya akan menjadi contoh pertama di Indonesia. “Nanti tepatnya dibangun di atas air. Dia nggak mengganggu lingkungan,” katanya.

Farid menuturkan, 90 persen pembangunan dan perluasan terminal baru Bandara Ahmad Yani dilakukan di tanah rawa sehingga proses konstruksinya berbeda dengan bandara di Bali atau Surabaya.

“Ini nggak semudah pengembangan di Bali dan Surabaya. Ini seperti jalan tol di Bali, dibangun di atas laut. Tiang (pancang) 60 meter baru ketemu tanah keras,” jelasnya.

Dia bilang, terminal baru ini nanti mampu menampung hingga 4 juta penumpang per tahun. Sedangkan kapasitas terminal lama hanya 800.000 penumpang.

Padahal, saat ini total penumpang yang datang dan pergi dari Bandara Ahmad Yani mencapai 3,5 juta orang.

Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Herry Bhakti menginginkan setiap bandara di Indonesia menerapkan prinsip-prinsip ramah lingkungan berkelanjutan atau sistem eco-airport. ***

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya