Berita

Inilah Penjelasan Andi Arief tentang Status Andi Mallarangeng dan Sutan Batoegana

SELASA, 18 MARET 2014 | 11:20 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banyak yang bertanya mengapa tidak ada nama Andi Mallarangeng dan Sutan Batoegana dalam daftar politisi Partai Demokrat terkena kasus korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Daftar itu dirilis Andi Arief beberapa saat lalu.

Di dalam daftar itu, diketahui bahwa ada 17 anggota PDI Perjuangan di DPR RI yang terkena kasus korupsi dalam lima tahun terakhir. Ini membuat PDIP menjadi penyumbang terbesar dalam daftar itu. Adapun tempat kedua diduduki PArtai Golkar dengan 15 politisi.

Partai Demokrat di tempat ketiga. Di dalam daftar, hanya ada nama Anas Urbaningrum, Muhammad Nazaruddin dan Angelina Sondakh.


"Mengapa tidak ada nama Andi Mallarangeng dan Sutan Batoegana?" begitu antara lain pertanyaan yang diterima Andi Arief setelah merilis daftar itu.

"Atas pertanyaan itu penjelasannya sebagai berikut. Andi Malarangeng bukanlah anggota DPR. Dia dinyatakan tersangka oleh KPK sebagai menteri. Bukan sebagai anggota DPR dan tidak pernah menjadi anggota DPR," ujar Andi Arief.

Dia mengingatkan, sejak 2004 sampai hari ini Andi Malarangeng bukan satu-satunya menteri yang diproses KPK. Selain Andi Mallarangeng ada tiga mantan menteri lain, dan sudah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Dua di antaranya adalah menteri ketika Megawati Soekarnoputri berkuasa, dan seorang lagi menteri di era SBY-JK.

"Satu menteri lainnya, yakni menteri sgama di era Mega-Hamzah sudah divonis bersalah namun ditangani oleh Kejaksaan. Sejak 2004 Menteri tak ada kata kebal hukum jika terlibat korupsi," sambung Andi Arief.

Bagaimana dengan Sutan Batoegana?

"Sampai hari ini dia belum dinyatakan sebagai tersangka. Namun posisinya dicekal. Kita tidak tahu apakah akan menjadi tersangka atau akan bebas dari kasus hukum sebagaimana pernah terjadi pada kader PDIP Wayan Koster yang dicabut cekalnya dalam kasus Hambalang," jawab Andi Arief lagi.

"Semoga tradisi tanpa pandang bulu ini terus berlanjut. Apapun hasil pileg dan pilpres 2014," demikian Andi Arief menutup penjelasan. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya