Berita

Andi Arief: Jokowi Itu Antitesa Sukarno

SENIN, 17 MARET 2014 | 07:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jokowi ini antitesa Sukarno. Apa yang ada di Jokowi tak ada sedikitpun yang bisa disamakan dengan Sukarno.

Begitu dikatakan Andi Arief, mantan ketua Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi (SMID) yang kini menjadi salah seorang Staf Khusus Presiden.

Lantas mengatapa Jokowi melejit?


Jawaban atas pertanyaan ini, sebut Andi Arief, cukup sederhana. Jokowi bersedia menjadi representasi pengusaha. Tampak populis di depan rakyat, namun di depan pengusaha melakukan sejumlah kompromi.

"Bahkan hipotesa saya, Jokowi kongkalikong dengan pengusaha yang mengancam penarikan dukungan modal pemilu legislatif 2014 ini," ujar Andi Arief dalam pesannya.

Ia membandingkan Jokowi dengan Ahmadinejad yang jalannya betul-betul berliku menjadi Presiden di Iran. Ahmadinejad terpilih karena kerja keras, dan latarbelakang yang kuat saat memimpin Teheran.

Sementara apa yang terjadi pada Jakarta selama dipimpin Jokowi?

"Mungkin banyak yang tidak mengetahui bahwa setahun lebih memimpin Jakarta, penyerapan anggaran dan realisasi pendapatan APBD DKI jauh lebih buruk dari gubernur yang pernah berkuasa di Jakarta. APBD dari Rp 50 triliun menjadi Rp 70 triliun memang disiapkan untuk pencitraan. Membengkak itu karena Silpa yang tinggi akibat tak terserap anggaran, hibah (utang) dan besarnya dana perimbangan dari pusat. Andai menjadi CEO perusahaan, saya pastikan dimanapun bekerja Jokowi pasti diberhentikan," kata Andi Arief.

Dia juga mengkritik adegan Jokowi mencium bendera merah putih saat mengumumkan dirinya mendapat mandat jadi capres.

"Yang sesungguhnya terjadi kemenangan pemodal atas merah putih. Inilah mandat pengusaha. Apa yang saya coba analisa itu setidaknya menemui pembuktian. Hampir dua tahun ini Jokowi menjadi idola sosial media," kata Andi Arief lagi. [dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya