Berita

joko widodo

Dipastikan Rupiah Menguat Bukan Karena Jokowi!

MINGGU, 16 MARET 2014 | 16:56 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tidak terkait dengan dukungan yang diperoleh Joko Widodo sebagai calon presiden dari kandang partai banteng bermoncong putih. Nilai tukar rupiah menguat sejak bulan lalu.

Di sisi lain, klaim bahwa nilai tukar rupiah menguat karena pasar mendukung Jokowi adalah bentuk inkonsistensi mengingat selama ini PDI Perjuangan kerap menyuarakan perlawanan terhadap mekanisme pasar keuangan.

Demikian disampaikan Staf Khusus Presiden Andi Arief beberapa saat lalu (Minggu, 16/3).


"Presiden terpilih nanti wajib didukung karena pilihan rakyat. Hanya saja, kepada semua capres, kepada parpol harus lebih kuat nuansa pendidikan politik dibanding propaganda. Selain itu juga yang terpenting adalah konsistensi pada ideologi yang diusung," kata Andi Arief menyindir.

"Berita rupiah menguat 100 poin terhadap dolar AS karena deklarasi Jokowi sebagai capres, saya kira sah saja disampaikan. Namun itu sekaligus memberikan penjelasan bahwa Jokowi dan partai pengusungnya ternyata pro pasar keuangan. Ini sebuah inkonsistensi dimana hal ini yang selama ini dijadikan bahan kritik oposisi (PDIP) kepada pemerintah yang berkuasa," sambung Andi Arief.

Andi Arief mengatakan, tren penguatan rupiah terhadap dolar AS terjadi sejak 14 Februari 2014. Ketika itu rupiah menguat 160 poin meninggalkan posisi psikologis 12.000 per dolar AS sehari sebelumnya. [dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya