RMOL/ Ada cerita yang tersisa dari debat capres dua konvensi yang digelar di Universitas Indonesia, Salemba, kemarin (Jumat, 7/3).
Dalam debat yang secara umum membahas sejumlah isu ekonomi dan kesejahteraan rakyat itu, mantan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan memperlihatkan kerendahan hati dan penghormatan terhadap senior-seniornya dari kubu Konvensi Rakyat.
Gita Wirjawan tanpa sungkan memuji kematangan intelektual dan pengalaman sekaligus senioritas Rizal Ramli, misalnya. Rizal Ramli adalah mantan Menko Perekonomian dan Menteri Keuangan di era Abdurrahman Wahid.
Rizal diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan "pernyataan pamungkas" di akhir debat, mengingat ia adalah capres paling senior di forum itu, bersama Yusril Ihza Mahendra dan Irsan Noor.
Sementara Gita yang dari kalangan muda bersama Ali Masykur Musa dan Anies Baswedan mewakili Konvensi Demokrat mendapat giliran tampil sesudah ketiga capres senior tadi.
"Saya kagum dengan beliau (Rizal Ramli). Karena benar-benar matang, punya jaringan kuat di dalam hingga luar negeri. Kendati paling senior di antara calon presiden pada debat ini, ternyata beliau mengaku punya lebih banyak teman dari kalangan muda," kata Gita debat yang dipandu pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali itu dalam.
Bagi Gita, merangkul kalangan muda untuk perubahan merupakan keharusan. Pemuda itu, lanjutnya, merupakan faktor penting dan telah terbukti memiliki peran besar dalam sejarah nasional Indonesia. Bahkan Bung Karno sekalipun pun menggarisbawahi aksi hebat para pemuda.
"Mereka harus terus dirangkul, diberi spirit, agar bangga pada bangsanya. Jangan minder serta lebih berani berperan dan tampil menjadi pemimpin-pemimpin tangguh," tandas Gita.
Selain itu, Gita yang memilih mundur dari jabatan Menteri Perdagangan untuk fokus di Konvensi Demokrat, pun tak sungkan memuji Yusril Ihza Mahendra.Â
"Saya juga mengapresiasi dan menghormati Pak Yusril. Beliau kaya pengalaman dan pemikiran hukumnya bernas," tandas Gita.
Gita menganggap baik Rizal Ramli dan Yusril sama dengan dirinya karena pernah berada di pemerintahan. Pengalaman ini membuat mereka mengetahui beragam kondisi, juga tantangan yang mesti ditangani di masa depan.
Menurut Gita, dalam mewujudkan iklim demokrasi yang sehat, prestasi para pemimpin di setiap masa wajib diapresiasi.
"Kita bersikap positif untuk memberi makna atas apa yang sudah dihasilkan, dan dikerjakan hal-hal lebih baik demi kesejahteraan rakyat, kemakmuran bersma dan keadilan serta kebesaran bangsa," demikian Gita.
[dem]