Berita

foto:net

Bisnis

Didukung Kinerja Selular, Telkom Catat Laba Bersih Rp 14,2 T

JUMAT, 07 MARET 2014 | 13:40 WIB | LAPORAN:

Telkom  menyampaikan Laporan  Keuangan Konsolidasi dan Auditan tahun yang berakhir 31 Desember 2013 pada Otoritas Jasa Keuangan Indonesia.

Dalam laporannya, kinerja operasional  dan keuangan Telkom selama tahun 2013  memperlihatkan kemampuan perusahaan terus berkembang di tengah kondisi  persaingan industri telekomunikasi yang semakin ketat.
 
Sampai akhir tahun 2013 ini, pendapatan usaha Telkom meningkat 7,5 persen dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 83 triliun, seiring dengan pertumbuhan pendapatan usaha anak perusahaan yaitu Telkomsel sebesar dua digit yaitu  10,1 persen. Sedangkan EBITDA tumbuh 5,1 persen menjadi Rp 41,8 triliun dan laba bersih naik 10,5 persen menjadi Rp14,2 triliun.


"Layanan   data,  khususnya  mobile data, merupakan growth driver Telkom Group pada tahun 2013 dengan pertumbuhan sebesar 35,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya," kata Direktur Utama Telkom, Arief Yahya dalam rilis yang dikirimkan di Jakarta, Jumat (7/3).
 
"Kami berharap Telkomsel dapat terus meningkatkan performansinya secara konsisten dengan terus menggali peluang bisnis legacy yaitu voice dan sms, memperkuat bisnis utama yaitu mobile broadband serta meningkatkan platform dan bisnis digital," imbuhnya.
 
Ia menjelaskan, pada bisnis jaringan  tetap, Telkom terus mengembangkan Indonesia  Digital Network.  Pada  Id­ Access,  sampai dengan akhir Desember 2013, kapasitas jaringan  akses kami mencapai 8,2 juta, terdiri dari Fiber to the Home (FTTH), Fiber to the Curb (FTTC) dan ADSL. Disamping itu, Telkom  melakukan instalasi sebanyak 82,8 ribu titik akses wifi di area publik. Titik akses ini dapat dinikmati para pelanggan  Telkom dan Telkomsel. Sedangkan pada sisi transport, Telkom  telah menyelesaikan jaringan backbone Id-Ring di seluruh nusantara sepanjang 68,8 ribu kilometer dari target sebanyak 75 ribu kilometer di 2015.
 
Pendapatan tahun buku 2013 masih didominasi voice bisnis selular yang berkontribusi 38,7 persen terhadap  total  pendapatan  perusahaan.  Data, internet  dan  layanan  IT berada  di nomor  dua, berkontribusi  sebesar  38,2 persen. Kemudian  diikuti pendapatan  voice jaringan  tetap dengan kontribusi sebesar 11,7 persen. Kontribusi lainnya sebesar 11,4 persen adalah dari interkoneksi,j aringan  dan lain-lain.

Pendapatan voice selular meningkat sebesar 4,6 persen dari periode yang sarna tahun  lalu. Sedangkan data, internet dan layanan IT meningkat sebesar 14,8 persen dibanding tahun sebelumnya.
 
Adapun beban operasional dan pemeliharan menjadi kontributor utama, sebesar 35,1 persen dari total beban usaha. Beban depresiasi dan amortisasi serta beban pegawai masing-masing berkontribusi sebesar 28,6 persen dan 17,7 persen. Beban interkoneksi, beban umum dan administrasi, beban pemasaran dan pengeluaran lainnya keseluruhannya berkontribusi sebesar 18,6 persen. Total beban meningkat sebesar 7,1 persen dari periode yang sarna tahun lalu.
Biaya operasional dan pemeliharaan naik 15,1 persn dibandingkan tahun  lalu menjadi Rp19,3 triliun, yang  antara  lain disebabkan percepatan penyebaran BTS Telkomsel untuk antisipasi pertumbuhan penggunaan mobile broadband.
 
Pengguna  layanan Fixed Broadband meningkat sebesar 28.7 persen dari periode yang  sama tahun sebelumnya menjadi 3,0 juta pelanggan. Pengguna layanan mobile data juga meningkat sebesar 10,8 persen dari periode yang sarna tahun lalu menjadi 60,5 juta  pengguna. Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp l0,5 triliun dari layanan data, meningkat sebesar 35,6 pesen dari tahun lalu. Total layanan mobile data dan pendapatan fixed broadband meningkat sebesar   25,6 persen dari tahun lalu menjadi Rp15,1 triliun. Selama tahun 2013 Telkomsel mencatat pertambahan 6,4 juta menjadi 131,5juta pelanggan.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya