Berita

Zaenal Abidin

Wawancara

WAWANCARA

Zaenal Abidin: Ada Tersangka Korupsi Yang Pura-pura Sakit

KAMIS, 06 MARET 2014 | 10:00 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) selalu membantu KPK bila ada tersangka korupsi yang pura-pura sakit agar terhindar dari pemeriksaan.

“IDI dengan KPK kan sudah ada kerja sama. Kami sudah mem­ben­tuk tim dokter yang bertugas  membantu KPK,’’ kata Ketua IDI,’Zaenal Abidin, kepada Rakyat Merdeka, Selasa (4/3).

“Sekarang KPK yang me­nen­tukan tempat untuk merawat pa­sien koruptor. Tidak seperti dulu, pasien bisa memilih  tempat un­tuk pemeriksaan kesehatan dan ra­wat inap,”  tambahnya.
  

  
Seperti diketahui, tersangka mendadak sakit jika sudah masuk ke dalam Gedung KPK. Penyakit dadakan itu menimpa anggota Komisi VII DPR, Tri Yulianto ke­ti­ka dipanggil KPK untuk me­nelusuri aliran dana kasus suap SKK Migas ke DPR.

Bekas Ketua Umum Partai De­mokrat Anas Urbaningrum juga batal hadir dalam sidang karena sakit gigi.

Hal yang sama terjadi dengan Angelina Sondakh. Baru sema­lam menginap di Rutan KPK, Ja­karta, tersangka korupsi proyek Wisma Atlet dan Kemendiknas itu mengeluh sakit sinus. 

Yang terbaru, tersangka kasus du­gaan suap dan pencucian uang, Tu­bagus Chaeri Wardana alias Wa­wan sempat pingsan di Rutan KPK.

Zaenal Abidin selanjutnya me­ngatakan, semua biaya perawatan para tersangka kasus korupsi itu menjadi tanggung jawab KPK.

“Kami hanya melaksanakan tu­gas pemeriksaan dan menyam­paikan hasilnya kepada KPK,’’ ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Pernahkah hasil pemerik­saan tim berbeda dengan dok­ter pribadi?
Pernah. Misalnya pemeriksaan dari dokter pribadi menyatakan sang pasien sakit. Untuk memas­tikan sakit atau tidak, kami yang memeriksa. Hasilnya berbeda. Berarti ada tersangka korupsi yang pura-pura sakit.

Bagaimana langkah tim dokter bila mengetahui seperti itu?
Kami tinggal sampaikan in­formasi kepada KPK bahwa yang bersangkutan memang tidak sakit. Setelah itu, KPK yang akan mengambil tindakan selanjutnya.

Kapan IDI turun tangan memeriksa para tersangka yang sakit itu?
Kami memeriksa para tersang­ka itu bila ada permintaan dari KPK.

Tim dokter secara khusus sudah lama terbentuk?
Tim khusus yang sudah kami bentuk itu sejak adanya Memo­randum of Understanding (MoU) dengan KPK periode per­tama.

Memang diperlukan  tim dok­ter internal yang bekerja sama de­ngan KPK, supaya kerjanya lebih fokus membantu KPK. Kalau tim yang sekarang, tinggal melan­jutkan saja.

Berapa dokter dalam tim tersebut?
Ada belasan dokter. Semuanya dokter spesialis. Ini untuk me­ngantisipasi jika ada pasien sakit yang membutuhkan penanganan khusus. Kami persiapkan sebaik mungkin.

Biasanya di mana memerik­sa para tersangka itu?
Di Rumah Sakit Cipto Ma­ngun­kusumo (RSCM). Sebab, tim kami juga melakukan kerja sama dengan RSCM.

Para tersangka biasanya sakit apa?
Sakitnya beragam. Cuma un­tuk detailnya, saya tidak bisa be­ritahu. Semua hasil pemeriksaan, kami serahkan ke KPK. Nanti biar KPK yang memberikan keterangan terhadap pasien ter­sebut.

Adakah kendala dalam me­la­kukan pemeriksaan?

Saya belum pernah mendapat­kan laporan sampai saat ini. Be­lum ada kendala. Kami meng­gunakan pendekatan secara manusiawi. Kami periksa pasien yang bersangkutan. Lalu kami obati sesuai dengan keperluan.

Adakah keistimewaan yang diberikan tim dokter?

Kami melakukan pemeriksaan secara profesional saja. Kalau sa­kit, ya dirawat. Kalau tidak sakit, tidak perlu dirawat.

Tidak ada perbedaan pena­nganan. Sama saja seperti pasien lainnya meski sedang bermasalah dengan hukum.

Saat ini tim sedang me­me­riksa siapa?
Saya belum tahu siapa yang diperiksa. Belum ada informasi dari tim. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Main di Kandang PSIM, Persija Menang Telak 4-0

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:49

Cukai MBDK Mulai Dipungut Semester II/2027, Target Rp1,7 Triliun

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 19:30

DPR Ingatkan Bijak di Ruang Digital dan Cegah Perundungan Siber

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:51

Ekspor Emas Anjlok, Bea Cukai Ungkap Perusahaan Tahan Pengiriman

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 18:38

Usai Dilantik, Kapolda Metro Jaya Serap Aspirasi Insan Pers

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:49

Pertamina Perkuat Ekosistem MyPertamina di MotoGP Mandalika

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:30

Tegas dan Loyal, Demokrat: Tidak Ada Nama Selain Prabowo untuk Kontestasi 2029

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:36

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

YLBHI Minta Polresta Solo Hentikan Dugaan Kriminalisasi Kasus Perdata jadi Pidana

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:36

Pertamina Perkuat Pengelolaan Sampah Mandalika Lewat Dukungan untuk Bank Sampah Putri Nyale

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:09

Selengkapnya