Berita

ilustrasi/net

Politik

Bersihkan Pemilu 2014 dari Para Benalu!

RABU, 05 MARET 2014 | 17:01 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pemilu 2014 harus jadi momentum penghakiman terhadap partai politik yang tidak pernah berpihak kepada rakyat. Pemilu 2014 juga harus menjadi momentum penghakiman terhadap parpol yang hanya memproduksi koruptor serta benalu di pusat-pusat kekuasaan.

Begitu antara lain seruan nasional Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih menyongsong Pileg 2014 yang akan digelar 35 hari ke depan.  Seruan ini disampaikan Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih belajar dari pemilu-pemilu lalu, dimana pesta demokrasi lima tahunan hanya menghasilkan benalu-benalu bangsa tak bermoral.
 
Pemilu yang digelar sejak era orde otoritarianisme Jenderal Soeharto hingga Orde Citra Jenderal Susilo Bambang Yudhoyono, belum pernah melahirkan kehendak rakyat yang sungguh-sungguh ingin mengubah nasibnya: 'keluar dari penindasan kekuasaan dan kemiskinan yang nyata.'
 

 
Penguasa Orde Citra yang lahir dari sperma Orde Baru, seperti tertulis dalam siaran pers Gerakan Masyarakat Sipil Untuk Pemilu Bersih yang diteruskan salah seorang insiatornya,  Adhie M Massardi, menjadikan bilik-bilik suara sebagai tempat perselingkuhan parpol dengan pemilik modal (asing), dan melahirkan benalu yang tumbuh baik di eksekutif, legislatif maupun yudikatif.
 
Para benalu bangsa ini bukan hanya menghisap uang rakyat dengan korupsi gila-gilaan di semua lini tapi juga merusak sistem ketatanegaraan dan mengobral sumber daya alam kita kepada negara asing. Sehingga di negeri "surga khatulistiwa" ini, mayoritas rakyatnya justru hidup dalam kebodohan dan neraka kemiskinan yg menistakan harkat dan martabat bangsa.

Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih juga menyerukan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) di semua tingkatan menyingkirkan parpol dan caleg korup dari daftar peserta pemilu 2014. Hal ini perlu dilakukan KPU karena rakyat susah memilah dan memilih seiring masifnya iklan pencitraan.
 
Seruan lainnya, tolak sedekah politik sesaat dari kader-kader parpol yang ingin menukarnya dengan suara rakyat.
 
"Kepada seluruh elemen pergerakan (pemuda, mahasiswa, buruh, tani dan kaum intelektual) Indonesia, diwajibkan memandu rakyat dalam Pemilu 2014 agar tidak lagi tersesat dalam arus pragmatisme dan demokrasi kriminal," demikian bagian penutup dari seruan, dan Gerakan Masyarakat Sipil untuk Pemilu Bersih akan menyampaikan seruan tersebut dalam bentuk aksi di kantor KPU Pusat, Jalan Imam Bonjol, Jakarta, besok pagi (Kamis, 6/3).[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

4 Lapis Kegagalan PSSI dan Otoritas Liga

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:18

Air Zamzam Jemaah Haji akan Didistribusikan di Tanah Air

Jumat, 19 Juni 2026 | 02:00

Gibran Prioritaskan Program MBG di Wilayah 3T

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:21

Ceko Kontra Afsel Berbagi Skor 1-1

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:19

Wamendes Dorong Intelektual Muda Mendukung Pembangunan Desa

Jumat, 19 Juni 2026 | 01:00

MBG Bermanfaat untuk Masa Depan Anak-anak

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:26

Bomba Sayang Bumi Bagikan Bibit Tanaman di Muara Enim

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:11

Rupiah Tak Bisa Kuat hanya dengan Kebijakan Moneter

Jumat, 19 Juni 2026 | 00:00

Warga Papua Surati Presiden Prabowo Minta Atensi Kasus Lahan Rp50 Miliar

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:51

Kinerja Mendag Budi Santoso Harus Dievaluasi Demi Akselerasi Ekonomi

Kamis, 18 Juni 2026 | 23:37

Selengkapnya