Berita

ilustrasi/net

Gawat, Peserta Konvensi Demokrat Sebut BLSM Kebijakan Salah Kaprah

MINGGU, 02 MARET 2014 | 19:38 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), Bantuan Langsung Tunai dan program-program sejenisnya tidak efektif meningkatkan kesejahteraan rakyat. Peserta Konvensi Partai Demokrat Ali Masykur Musa menyebut program-program tersebut sebagai kebijakan salah kaprah.

"BLSM dan raskin yang diberikan kepada masyarakat membuat masyarakat menggantungkan hidup kepada pemberian. Bantuan hanya bersifat sementara dan tidak memberdayakan kemampuan masyarakat," ujar dia saat Debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat di Bogor, Minggu (2/3).

Cak Ali, demikian Ali Masykur Musa disapa, menyarankan agar program-program padat karya yang pro rakyat seperti PNPM harus diperbanyak sehingga masyarakat miskin bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohnya dengan membuat program-program padat karya di bidang perbaikan infrastruktur, perawatan lingkungan, sehingga mampu membuka peluang kerja untuk pengentasan kemiskinan yang terjadi.


"Semisal masyarakat kita libatkan dalam pembangunan lingkungan mereka dan digaji oleh negara sehingga mereka menjadi mandiri," ungkap Cak Ali.

Sembari kebutuhan ekonomi masyarakat terpenuhi, Cak Ali menginginkan agar akses kesehatan dan pendidikan terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, tanpa pandang bulu.

"Tidak ada artinya jika ekonomi kita berkembang dengan baik jika tidak dibarengi dengan terbukanya akses pendidikan dan kesehatan yang berkualitas. Dan, tentunya terjangkau oleh seluruh masyarakat. Karena kunci pembangunan manusia terletak pada sehatnya akal, jiwa, dan raga," tandas Capres yang mengusung visi Indonesia Adil, Makmur, berMartabat ini.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Awal Pekan, Harga Emas Antam Terpantau Turun ke Rp2.668.000 per Gram

Senin, 22 Juni 2026 | 10:21

Harta Zita Anjani Melonjak Rp100 Miliar, Hari Purwanto: Mungkin Menang Lotre

Senin, 22 Juni 2026 | 10:11

Emas Antam Mandek di Awal Pekan, Satu Gram Rp2,6 Juta

Senin, 22 Juni 2026 | 09:49

Bajak Kader Partai Lain, PSI Dinilai Tetap Berpotensi Jadi Partai Gurem

Senin, 22 Juni 2026 | 09:43

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.812 per Dolar AS

Senin, 22 Juni 2026 | 09:30

Dolar AS Menguat di Tengah Amblesnya Yen dan Poundsterling

Senin, 22 Juni 2026 | 09:20

Trump Sebut Starmer Gagal, Isu Pengunduran Diri PM Inggris Kian Menguat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:11

Gibran Ingin Layanan Kesehatan di Wilayah 3T Diperkuat

Senin, 22 Juni 2026 | 09:00

Rayakan HUT ke-499, Jakarta Berikan Tarif Spesial Rp1 untuk MRT, LRT, dan TransJakarta Hari Ini

Senin, 22 Juni 2026 | 08:47

Bakal Turun Gunung Bareng PSI, Jokowi Dinilai Sulit Lepas dari Bayang-bayang Kekuasaan

Senin, 22 Juni 2026 | 08:46

Selengkapnya