Berita

Mellani Eka Mahayana

KUNJUNGAN KE AMERIKA (4)

Perempuan Muslim Aktif Membantu Non Muslim

JUMAT, 28 FEBRUARI 2014 | 18:48 WIB | OLEH:

Wartawan Rakyat Merdeka, Mellani Eka Mahayana, dan empat peserta lainnya, diundang Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat sebagai International Visitor Leadership Program (IVLP) 2014. Temanya Young Leaders Working for Peaceful Change and Democratic Societies. Selama tiga pekan, 27 Januari-14 Februari 2014, diajak menyelami kehidupan demokrasi di negeri Paman Sam.

KAMI disambut hujan salju dan angin dingin menusuk kulit saat tiba di Detroit, Michigan, 30 Januari lalu. Kami menginap di hotel di pusat kota Detroit nan sepi. Bisa jadi itu karena kota ini dilanda krisis ekonomi ditambah lagi sudah sore, jam berakhirnya kegiatan kantor.

Kegiatan baru dimulai esoknya. Kami mengunjungi kantor Zaman International, organisasi yang menyediakan kebutuhan dasar untuk perempuan dan anak-anak. Pelayanannya mencakup penyediaan makanan, pakaian, tempat tinggal sementara, pemakaman untuk bayi dan pelatihan untuk perempuan agar dapat membantu diri mereka sendiri.  


Meski anggota Zaman International merupakan perempuan Muslim yang umumnya sudah berumah tangga. Mereka membantu orang-orang berbeda keyakinan. Wilayah pelayanannya di AS dan sekitarnya hingga negara lain. Zaman ikut menyediakan air bersih untuk 42 ribu  anak-anak dan orang dewasa Kenya Utara serta di Selatan dan Somalia Tengah.

Di Zaman International kami sekitar dua jam. Lalu melanjutkan makan siang di rumah makan ala Timur Tengah. Porsi makan di sini banyak dan tidak lumrah bila meminta porsi setengah.

Yang menarik adalah daftar menunya. Untuk daging-dagingan seperti steak, dituliskan yang kira-kira maksudnya memperingatkan pelanggan atas masalah kesehatan jika memakan daging yang tidak matang. Peringatan seperti itu sangat umum di restoran di AS.

Hal itu untuk berjaga-jaga. Sebab, pelanggan bisa saja melaporkan ke polisi, apabil sakit setelah makan di restoran. Dan restoran bakal dinyatakan salah karena tidak menyampaikan peringatan.

Selain itu, kebiasaan memberi tips harus diperhatikan juga. Jika makan di rumah makan yang notabene pelanggang dilayani. Tipsnya 15-20 persen. Meski tidak diatur Undang-Undang, tips merupakan salah satu budaya di AS. Jika makan di restoran cepat saji, yang tidak dilayani, pelanggan harus membuang sampah makan sendiri.    

Setelah makan, kami menuju American Muslim Center di kota yang sama. Di sana kami melaksanakan shalat Jumat. Ibadah ini tidak hanya diikuti laki-laki. Perempuan juga hadir mendengarkan khotbah dan shalat dua rakaat. Lima puluh orang kira-kira hadir di sana.

Pada hari itu tema khotbahnya mengenai kebanggaan terhadap Islam. Si penceramah menggunakan Bahasa Arab dicampur Bahasa Inggris. Dia mengingatkan, orang Muslim harus bangga dengan ke-Islamannya meski menjadi warga minoritas.

Menurut pendakwah itu, umat jangan takut menyatakan identitasnya sebagai Muslim dan harus bangga. “Jika Anda sedang puasa, dan teman Anda yang non-Muslim mengajak makan atau minum, jangan takut bilang saya Muslim dan saya sedang berpuasa,” katanya.

Ibadah berlangsung 30 menit. Dari sana kami kembali bertemu anak muda di organisasi Muchigan Roundtable for Diversity & Inclusion di Detroit. Organisasi ini berdiri pada 1941 yang bergerak untuk mengkampanyekan keberagaman dan mengkampanyekan anti rasisme.

Dari sana pertemuan berlanjut menghadiri makan malam dengan Young Muslim Association di Islamic Center di Dar. Mereka menjamu dengan pizza dan makanan Timur Tengah. Posisi Islamic Center ini dekat dengan Gereja Luther, Gereja Armenia dan tempat ibadah agam lain. Wow inilah e pluribus unum atau alias Bhinneka Tunggal Ika ala Amerika. [***]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya