Berita

Julia Perez

Wawancara

WAWANCARA

Julia Perez: Awalnya Ada Kicauan Di Fans Page Dewi Perssik

RABU, 26 FEBRUARI 2014 | 10:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Isu soal Julia Perez  menyuap hakim agung Gayus Lumbuun sebesar Rp 700 juta  diawali oleh kicauan di fans page Dewi Persik.

“Awalnya ada kicauan mengenai isu itu di fans page Dewi Perssik (Depe). Nah fans saya ada yang ngeliat, terus ngasih tahu ke saya,” ujar Julia Perez kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Kendati demikian, Jupe sapaan akrab Julia Perez mengaku enggan menuduh pihak Depe sebagai penyebar isu tersebut.


“Namanya juga di media sosial ya. Kan bisa siapa saja yang mulai. Yang komen akun-akunnya juga nggak jelas kok,” jelas artis bernama asli Yulia Rachman ini.

Berikut kutipan selengkapnya:

Siapa menyebarkan isu itu?
Saya tidak berani menyebut orang. Karena itu kan media sosial. Nanti saya bisa kena Undang-Undang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) kalau sembarangan bicara. Yang pasti awal mulanya seperti itu.

Anda tidak menanyakan kepada pihak Depe?
Tidak. Kalau saya lakukan itu kan namanya saya sudah menuduh mereka. Lagipula kan sekarang mereka sedang sibuk mengurus masalah hukum Depe. Jadi biarkan saja dulu.

Anda tidak melaporkan isu ini ke polisi?
Tidak. Saat ini saya masih berkonsultasi dengan papa angkat saya yang kebetulan polisi. Siapa tahu dia bisa tahu siapa pelakunya.

Mengapa tidak dilaporkan saja?
Saat ini saya sedang bingung mas. Depe yang divonis bersalah, kok jadi saya yang dituduh seperti ini. Jadi saya yang mendapat teror seperti ini. Ini tuh pembunuhan karakter.

Saya tidak mau mengambil keputusan dalam keadaan bingung seperti ini. Takut salah ambil keputusan.

Nanti dibicarakan dulu dengan para pengacara saya.

Masak nggak ada dugaan siapa yang melakukan?
Sudah sih. Dari teman-teman saya yang melihat isi diskus di fans page itu juga sudah bisa menduga kira-kira pihak mana. Tapi nantilah, saya butuh menenangkan diri dulu sebelum mengambil keputusan.

Apa Anda kenal Gayus Lumbuun secara pribadi?
Tidak. Saya hanya tahu beliau sebagai seorang hakim agung, dan juga salah satu hakim yang mengadili kasus perseteruan Jupe-Depe. Sebab, saya juga kan kuliah hukum.

Kabarnya Anda sering mendapat teror lain, apa betul?
Betul.

Apa saja itu?
Saya diancam mau dibunuh, ada yang lewat SMS, twitter. Misalnya,  Jupe kan bapaknya  sudah meninggal, kamu mau ibu kamu juga meninggal. Keluarga kamu, gue habisin semua. Hal-hal semacam itu.

Siapa tuh yang meneror?
Jangan dikasih tahu nanti ketahuan dong, kan ada twitter bisa dilihat. Tapi saya tidak mau gegabah.

Apa yang Anda lakukan terkait teror tersebut?
Saya pantau keluarga saya, sering-sering telepon, adik saya, Gaston, semua saya pantau. Namanya orang sakit hati, ya mau bagaimana lagi.
 
Yang penting dalam hidup ini semuanya saya serahin sama Allah. Kalau keluarga aku ada yang dilukai, ya mau gimana, tapi tetap waspada.

Kenapa tidak dilaporkan ke polisi?

Biarkan saja. Mereka cuma rombongan orang sakit hati yang nggak perlu ditanggapi. Sudahlah, ngapain diurusin seperti itu. Sekarang bagaimana saya konsen di karier saya saja. ***

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya