Berita

ROTASI PEJABAT JAKARTA

Jokowi Ibarat Jaka Sembung Bawa Golok

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 21:59 WIB | LAPORAN:

Ketidakpuasan atas kinerja Gubernur DKI Joko Widodo nampaknya kian meluas. Setelah kecewa terhadap kinerja Jokowi dalam mengatasi banjir dan kemacetan, kali ini kekecewaan disampaikan atas sistem dan kultur birokrasi yang dibangun oleh Jokowi.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Lulung Abraham Lunggana, menilai pergeseran pejabat yang dilakukan Jokowi salah sasaran karena kerap kali pejabat dengan kualitas baik ditempatkan di posisi yang salah.

"Ya makanya enggak nyambung. Ibaratnya, Jaka Sembung bawa golok," ujar pria yang akrab disapa Haji Lulung ini di Gedung DPRD DKI (Senin, 17/2).


Salah satu yang disoroti Lulung adalah penempatan Agus Suradika ke Badan Perpusatakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DKI Jakarta. Bagi Lulung, latar belakang  agus sangat kuat di bidang pendidikan. Bahkan Lulung menyebutkan sebagai pakar pendidikan. Jadi, ketika dimasukkan ke bagian arsip daerah, Lulung pun merasa sangat kecewa.

"Saya paling memperhatikan pergantian Agus Suradika jadi Kepala Arsip. Seorang profesor pendidikan kok ditaruh di arsip, itu saya kritisi," jelasnya.

Menurut politisi PPP ini, potensi Agus yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sangat kuat. Apalagi, Agus juga menjabat sebagai ketua DPD Muhammadiyah Jakarta. Menempatkan Agus sebagai Kepala BPAD mengganti Anas Effendi sangat tidak tepat.

"Dia (Agus) yang lebih spesifik ke pendidikan, sayang banget potensinya. Kalau saya jadi Gubernur, gue jadiin Kepala Dinas Pendidikan," jelasnya.

Untuk diketahui, Gubernur DKI, Joko Widodo menempatkan Lasro Marbun sebagai Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta menggantikan Taufik Yudi Mulyanto. Alasan utama Lasro Marbun yang sebelumnya menjabat sebagai Kabiro Ortala diangkat Jokowi ternyata hanya sebatas agar ada penyegaran saja di lingkungan Pemprov DKI. Bukan agar ada perbaikan di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

"Dia (Lasro Marbun) sangat tepat di Dinas Pendidikan. Agar ada penyegaran dan perubahan sehingga tidak monoton. Dinas perlu orang managemen yang handal," tukas politisi PDI Perjuangan tersebut.[dem]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

BSI Tutup 2025 dengan Syukur dan Spirit Kemanusiaan

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:11

KUHP Baru Hambat Penuntasan Pelanggaran HAM Berat

Kamis, 01 Januari 2026 | 18:10

TNI AL Gercep Selamatkan Awak Speedboat Tenggelam di Perairan Karimun

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:58

BNPB Laporkan 1.050 Huntara Selesai Dibangun di Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:55

Indonesia Menjadi Presiden HAM PBB: Internasionalisme Indonesia 2.O

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:51

Prabowo Ungkap Minat Swasta Manfaatkan Endapan Lumpur Bencana Aceh

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:46

YLBHI: Pasal-pasal di KUHP Baru Ancam Kebebasan Berpendapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:39

Satgas Pemulihan Bencana Harus Hadir di Lapangan Bukan Sekadar Ruang Rapat

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:19

Saatnya Indonesia Mengubah Cara Mengelola Bencana

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Purbaya Klaim Ekonomi Membaik, Tak Ada Lagi Demo di Jalan

Kamis, 01 Januari 2026 | 17:11

Selengkapnya