Berita

Nusantara

Kapolda Babel Akhirnya Lapor Kekayaan ke KPK

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 15:32 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kapolda Babel, Brigjen Budi Hartono Untung, melaporkan harta kekayaan ke Komisi Pemberantasan Korupsi, hari ini (Senin, 27/2).

"Betul, bapak Kapolda melaporkan harta kekayaannya (LHKPN) selama 1,5 tahun sejak menjabat Kapolda Kepulauan Babel yang belum dilaporkan ke KPK," kata Kabid Humas Polda Babel AKBP Riza Yuliyanto kepada wartawan membenarkan.

Dia menerangkan bosnya lupa tidak melaporkan harta kekayaannya ke KPK.


"Bapak Kapolda mengaku khilaf dan lupa karena rutinitas pekerjaan yang sangat padat. Apalagi menjelang pelaksanaan pemilu 2014," katanya.

Ketidaktaatan Budi Hartono yang tidak melaporkan harta kekayaan kepada KPK sebelumnya diungkap Masyarakat Perantau Asal Babel Anti Korupsi Pejabat Babel (MABBAK). Koordinator MABBAK Wismar Denny bangga atas langkah Kapolda Babel melaporkan harta kekayaan miliknya.

"Coba Kapolda melapor saat hari pertama menjabat, tentu kami tidak perlu susah-susah mengumpulkan data dan membuat laporan ke KPK," katanya kepada wartawan.

Wismar pun berharap pejabat di Babel meniru langkah Kapolda itu. Bukan malah melawan Undang-undang atau memusuhi masyarakat yang melaporkan kalau mereka tidak patuh kepada undang-undang.

"Kami sudah puas kalau Kapolda melaporkan hartanya. Biarlah selanjutnya semuanya berproses sesuai Undang-undang," demikian Denny.

Selain mengungkap Kapolda Babel Budi Hartono tidak melaporkan harta kekayaannya ke KPK, MABBAK juga melaporkan harta haram yang diduga hasil korupsi ke KPK. Dalam laporannya belum lama ini, MABBAK mencurigai harta kekayaan Kapolda Budi Untung bersumber dari hasil penjualan timah di Provinsi Babel.

Menjabat Kapolda Babel selama 1,5 tahun, Budi Untung disebut MABBAK antara lain sejumlah mobil, tanah seluas 2.200 meter persegi yang terletak di Komplek Villa Pondok Indah G27 Jakarta Selatan, dua unit kapal minyak jenis tongkang SPOB Diana 1/100 ton yang masing-masingnya seharga Rp 20 miliar, dan 4 unit kapal hisap pasir tanah.[dem]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Potongan Ojol 8 Persen Belum Jalan, Menaker: Nanti Ya...

Senin, 22 Juni 2026 | 20:22

OTT Bea Cukai Belum Ungkap Pengendali Sistem Impor

Senin, 22 Juni 2026 | 19:50

Pertamina Bantu Pedagang Kuliner Jakarta Fair dengan Bright Gas

Senin, 22 Juni 2026 | 19:48

Keterlambatan RKAB Biang Krisis Batu Bara

Senin, 22 Juni 2026 | 19:42

Kejari Jaksel Ungkap Alasan Tidak Menahan Roy Suryo dan Dokter Tifa

Senin, 22 Juni 2026 | 19:32

PM Inggris Keir Starmer Resmi Mundur, Andy Burnham Siap Gantikan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:20

Kritik Sejumlah Parpol untuk PDIP Bentuk Loyalitas ke Prabowo

Senin, 22 Juni 2026 | 19:16

Geruduk Kantor Gubernur, Ribuan Relawan Minta MBG Dilanjutkan

Senin, 22 Juni 2026 | 19:15

Penahanan Ditangguhkan, Dokter Tifa: Alhamdulillah Bisa Pulang

Senin, 22 Juni 2026 | 19:09

Sinopsis House of the Dragon Season 3, Perang Targaryen Kian Brutal,

Senin, 22 Juni 2026 | 19:05

Selengkapnya