Petinju kelas berat Inggris Tyson Fury sempat vakum 10 bulan dari dunia tinjun. Namun, Pria berusia 25 tahun itu belum kehilangan naluri membunuh lawannya.
Buktinya, Fury menghentikan petinju Amerika Serikat, Joey Abell (32), di ronde keempat dalam duel kelas berat yang berlangsung di Copper Box Arena, London, kemarin pagi WIB. Fury mengawali pertarungan ini dengan kekhawatiran terkait rekor kemenangan Abell, yang mampu merobohkan 28 lawannya dari 29 kemenangannya.
Namun, Fury mampu membuktikan dirinya masih tangguh dibanding petinju kidal tersebut setelah empat kali mengkanvaskan Abell, sebelum akhirnya wasit memutuskan menghentikan pertarungan di ronde keempat.
Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan Fury menjadi yang ke-22 (16KO) sepanjang pertarungan profesionalnya. Sedangkan, Abell, yang juga menelan kekalahan TKO ronde kelima atas Kubrat Pulev di laga sebelumnya, membukukan catatan profesional 29 kemenangan (28KO) dan delapan kekalahan.
Kemenangan ini juga membuka peluang Fury menjalani duel ulang dengan petinju senegaranya, Dereck Chisora, yang di lokasi dan ring yang sama dan di laga sebelumnya sukses mempertahankan sabuk WBO International dan WBA International atas Kevin Johnson.
Namun Fury mengaku belum ingin membicarakan soal pertemuannya dengan Chisora. Dia yakin, kemenangan pertamanya atas Chisora sudah cukup baginya sebagai modal untuk menjalani laga keduanya dengan Del Boy.
“Saya mengalahkan Chisora dua tahun yang lalu ketika saya masih hanya seorang pemula (di tingkat profesional), empat belas pertarungan dan menunjukkan performa yang lebih bagus,†kata Fury usai pertandingan.
Sekedar catatan, tepatnya 23 Juli 2013, Fury menjalani pertarungan profesional ke-15 melawan Chisora, yang sudah lebih dulu menancapkan kukunya di dunia tinju kelas berat Inggris. Kini Fury bisa lebih menegakkan kepalanya untuk menantang juara unifikasi kelas berat, Wladimir Klitschko.
Karena seperti dijanjikan sebelumnya, apabila mereka berdua meraih kemenangan dalam laga yang digelar Minggu tadi, maka mereka akan saling bertatapan untuk mendapatkan duel eliminasi melawan Wladimir.
“Tyson terlalu cepat Fury (marah), itulah namanya, pertarungan merupakan permainan dan dia adalah gelandangan dibandingkan dengan saya. Jika dia menginginkan Wladimir Klitschko, dia bakal jadi lawan tangguh,†puji Abell. ***