Berita

M Yusuf

Wawancara

WAWANCARA

M Yusuf: Setiap Calon Pejabat Negara Wajib Ditelusuri Transaksi Keuangannya

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 09:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) siap menelusuri transaksi mencurigakan setiap calon pejabat di negeri ini.

“Minta klarifikasi kepada PPATK itu penting agar pejabat yang terpilih benar-benar bersih dan baik,’’ ujar Kepala PPATK, M Yusuf, kepada Rakyat Merdeka, di Jakarta, Jumat (14/2).

Saat ditanya siapa yang meminta klarifikasi kepada PPATK, M Yusuf mengatakan, bisa pimpinannya, dan bisa juga panitia seleksi atau panel ahli.


“Mengenai calon Wakapolri, bisa Kapolri yang meminta klarifikasi kepada PPATK sebelum diajukan kepada Presiden,’’ katanya.

Begitu juga, lanjutnya, calon hakim konstitusi dan hakim agung, panitia seleksi atau panel ahli bisa meminta klarifikasi kepada PPATK.

“Dengan adanya klarifikasi itu bisa ditelusuri apakah ada transaksi mencurikan. Dengan cara ini diharapkan kita mendapat pejabat yang baik, sehingga ke depan negara kita lebih baik,’’’paparnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Pentingkah  minta klarifikasi ke PPATK mengenai calon pejabat negara?
Ya. Saya meminta panitia seleksi atau panel ahli agar memintakan klarifikasi kekayaan atau data rekening ke PPATK.

Selama ini bukankah sudah berjalan?
Sudah jalan, tapi belum semuanya.

Lembaga mana saja yang sudah memintakan klarifikasi ke PPATK untuk seleksi calon pejabat?
Yang sudah sering meminta klarifikasi kepada PPATK adalah calon hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), calon hakim agung, calon komisioner  KPK,  calon komisioner lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan calon petinggi Polri.

Mereka meminta klarifikasi kepada kami pada saat melakukan seleksi atau pemilihan pejabat, sehingga tidak salah pilih orang.

Apa ini diwajibkan?
Ya.  Saya kira sesuai dengan Surat Edaran  Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Nomor 1 tahun 2012 itu harus dilakukan.

Apa isi surat edaran itu?
 Dalam Surat Edaran Menpan-RB itu disebutkan, setiap pengusulan pejabat eselon I dan II harus dimintakan klarifikasi dan analisisnya ke PPATK.

Kalau ini kewajiban, kenapa belum semua melakukannya?
Tanya kepada yang melakukan seleksi dong. Yang jelas, Surat Edaran Menpan-RB itu mengatakan setiap pengusulan pejabat eselon I dan II harus dimintakan klarifikasi dan analisisnya ke PPATK. Tentunya ini harus dijalankan dengan baik. Sepanjang seorang pejabat negara yang menerima gaji dari negara, surat edaran itu harus dijalankan secara konsekuen.

Wakapolri  17 Februari 2014 pensiun, apa perlu  meminta klarifikasi kepada PPATK  mengenai calon penggantinya?
Ya. Kita tunggu nanti siapa penggantinya yang diusulkan.

Siapa yang meminta klarifikasi?
Bisa Kapolri pada saat mengusulkan kepada Presiden, orang-orang yang terpilih menurut kacamata beliau, diminta klarifikasi ke kami, sehingga nanti nggak salah orang.

Apa panel ahli calon hakim konstitusi sudah minta bantuan PPATK?
Sudah. Kepala PPATK terdahulu, Pak Yunus Husein masuk dalam keanggotaan panel ahli. Beliau sudah berkomunikasi dengan saya dan meminta saya untuk membantunya. Saya bilang siap. Ini semua demi kebaikan bangsa dan negara kita.

Apa PPATK tahu integritas semua calon pejabat itu?
Permintaan klarifikasi ke PPATK ini dimaksudkan untuk melihat integritas seseorang baik atau tidak. Kalau seseorang yang akan diangkat menjadi pejabat atau naik pangkat, tapi memiliki kekayaan yang tidak wajar, kan tidak baik.

Bagaimana mengukur wajar atau tidak wajar?
Itu kan bisa diukur dengan profil orang tersebut. Kalau dia tidak punya perusahaan, tapi kekayaannya cukup besar atau ada transaksi besar. PPATK akan mencurigai dari mana transaksi uang itu.

Apa itu saja yang dilihat?
Tidak. PPATK juga akan lihat apakah seseorang yang diangkat menjadi pejabat atau naik pangkat tersebut patuh membayar pajak ke negara atas penghasilannya.

Kita semua berharap orang-orang yang terpilih menjadi pejabat bisa mewakili kepentingan institusi dan benar-benar baik. Artinya, integritas, kualitas, kinerjanya baik.

Apa transaksi calon pejabat di masa lalu bisa ditelusuri?

Bisa dong. Sepanjang dia melakukan transaksi melalui bank, transaksi-yang lama bisa ditelusuri.

Sampai berapa tahun ke belakang bisa ditelusuri?
Ah, itu rahasia PPATK, jangan diungkap, ha...ha...ha.

Yang jelas, kita harus melihat kejadian masa lalu sebagai pelajaran. Misalnya, kenapa dulu sampai terpilih orang yang  tidak baik. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya