Berita

Natalie Portman

Blitz

Natalie Portman, Jadi Sutradara Diprotes Yahudi

SENIN, 17 FEBRUARI 2014 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Bosan menjadi pemain, Natalie Portman memulai kiprahnya sebagai sutradara untuk film A Tale Of Love And Darkness yang berlokasi di Yerusalem. Sayang dalam debutnya, dia dikabarkan mendapat protes dari warga ortodoks disana.

Bintang V for Vendetta dan Black Swan ini memang memilih Israel sebagai lokasi pembuatan film biografi tersebut. Pihak ortodoks Yahudi dikabarkan ‘mengamuk’ pada Portman karena mereka tidak diberitahu sebelumnya akan adanya pembuatan film arahan sang artis.

Isi surat bernada keras yang ditujukan kepada wali kota pun disebarkan ke beberapa media demi bisa membuktikan bahwa amarah warga ortodoks benar-benar sudah tidak terbendung lagi.


“Syuting film berada di lokasi yang sensitif serta berjarak dekat dengan Sinagog dan Yeshivas, harus diperiksa untuk memastikan bahwa tak ada satupun yang merasa dirugikan,” tulis salah satu warga, seperti dikutip dari Variety, akhir pekan lalu.

Pihak dari kantor Walikota Nir Barkat pun menyempatkan diri untuk bertemu Portman di lokasi. Salah satu perwakilan bernama Brachie Sprung mengaku bahwa ia tidak menerima surat komplain yang dimaksud.

Bahkan, dia juga mengaku bahwa kru film tidak mendapat teguran maupun masalah apapun mengenai pembuatannya.

A Tale of Love and Darkness berkisah mengenai riwayat Amos Oz, seorang penulis, jurnalis dan advokat untuk solusi bagi dua negara dalam konflik Israel-Palestina. 

“Dia (Portman) membaca kisah A Tale of Love and Darkness dan meminta izin untuk menyadur kisah itu dalam film sekitar lima atau enam tahun yang lalu,” ungkap Oz.

“Saya setuju karena merupakan penghargaan tertinggi bagi karya saya. Ia seorang artis hebat,” imbuhnya.

 Portman dilahirkan di Yerusalem dari ayah seorang warga Israel dengan ibu asal Amerika, tetapi ia dibesarkan di Amerika Serikat.  ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya