Berita

lee hsien loong/net

KERJASAMA EKONOMI

Resmi, Perdana Menteri Singapura akan ke Jakarta

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 17:29 WIB | LAPORAN: TEGUH SANTOSA

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dijadwalkan berkunjung ke Jakarta untuk bertemu Presiden SBY. Bila tidak ada hambatan dan halangan yang berarti pertemuan kedua kepala pemerintah itu dijadwalkan berlangsung pada pekan keempat April mendatang.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Hatta Rajasa usai bertemu Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Lim Hng Kiang di Grand Copthorne Waterfront Hotel Singapura, Selasa siang (11/2).

Pertemuan kedua menteri itu untuk mematangkan sejumlah isu yang berkuatan dengan penguatan hubungan ekonomi kedua negara. Dalam pertemuan keenam Grup Kerja Ekonomi kedua negara negara itu sejumlah isu dibahas, termasuk di antaranya zona ekonomi khusus Batam, Bangka dan Karimun (BBK), juga isu investasi dan kerjasama penerbangan.


"Kami tadi membahas dan telah menyepakati laporan yang akan disampaikan kepada leaders. Ini akan dibawa pada pertemuan konsultasi leaders di Jakarta pada bulan April, melanjutkan pertemuan konsultasi tahun lalu di Singapura," ujar Hatta Rajasa kepada wartawan.

Salah satu persoalan penting dalam konteks pembenahan SEZ BBK, ujar Hatta, berkaitan dengan status lahan. Sebagian besar lahan di Batam adalah milik Kementerian Kehutanan. Namun di sisi lain, Batam sudah sejak jaman pemerintahan Presiden Soeharto ditetapkan sebagai kawasan ekonomi khusus.

"Tumpang tindih inilah yang akan diharmonisasikan. Jangan sampai menimbulkan kesan akan ketidakpastian hukum di Indonesia. Harus mengikuti tataruang SEZ BBK," Hatta yang juga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu menjelaskan.

Upaya mengharmoniskan peraturan berkaitan dengan status lahan di SEZ BBK tentu saja akan melibatkan DPR RI. Hatta yakin, parlemen juga memahami hal ini sebagai isu krusial, mengingat SEZ adalah salah satu cara yang dipilih pemerintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi nasional. "Ini akan segera diselesaikan, dan dunia usaha Singapura tidak perlu resah," demikian Hatta. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya