Berita

RIKWANTO/NET

Bisnis

Inilah Alasan Polisi Sulit Ungkap Penembakan Bus Transjakarta

SELASA, 11 FEBRUARI 2014 | 15:50 WIB | LAPORAN:

Kepolisian belum dapat mengungkap aksi penembakan bus TransJakarta yang melintas di halte Pancoran Barat pada Sabtu 8 Februari lalu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto mengakui pihaknya menghadapi kendala dalam upaya penangkapan pelaku penembakan. Salah satunya karena insiden itu terjadi pada malam hari.

"Kami minim bukti dan minim saksi, ini juga kesulitannya. Pelaku juga melakukan aksinya dengan cepat," katanya, Selasa (11/2).


Rikwanto menambahkan, pemeriksaan terhadap sopir bus Jonni Marasih Siregar juga tidak memperoleh hasil memuaskan. Saat mengemudi, sang sopir hanya mendengar suara letusan tanpa mengetahui dari mana asalnya.

"Di lokasi sudah tidak ada lagi yang bisa diolah. Dari mobil busnya memang ada bekas tembakan namun belum diketahui jenis senjata yang dipakai," jelasnya.

Diketahui, penembakan terhadap bus TransJakarta terjadi sekitar pukul 23.00 WIB. Sesaat setelah bus TMB 27 rute Pinang Ranti-Pluit itu melintasi halte Pancoran Barat. Peristiwa ini baru dilaporkan oleh sopir Jonni Marasih Siregar keesokan harinya.

Akibat penembakan, armada transportasi kebanggan warga Jakarta ini mengalami pecah kaca samping kiri bagian tengah. Ada juga bekas tembakan di bagian tengah badan bus sebelah kiri dengan sekitar 10 lubang.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya