Berita

Boy Rafli Amar

Wawancara

WAWANCARA

Boy Rafli Amar: Pembunuh Brimob Itu Pimpinan Teroris Mujahidin Indonesia Timur

SENIN, 10 FEBRUARI 2014 | 09:04 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Terbunuhnya anggota satuan Brimob,  Bharada I Putu Satria Wirayudha menghentak jajaran kepolisian yang kemudian meningkatkan pencarian lokasi pelaku teror di Poso, Sulawesi Tengah.

Kamis (6/2) terjadi aksi baku tembak di Desan Taunca, Poso Pesisir Selatan saat pihak kepolisian sedang melakukan penyelidikan lanjutan dan mencari jejak teroris. Lokasinya di perbukitan dan jauh dari pusat kota.

Bagaimana reaksi pihak kepolisian? Berikut wawancara dengan Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri, Boy Rafli Amar:
 

 
Siapa pelaku teroris terakhir di Poso?
Kelompok teroris tersebut adalah binaan Santoso yang merupakan gembong teroris  dan masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Dia merupakan pimpinan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur dan juga buronan Tim Detasemen Khusus 88. Polri akan menelusuri terus keberadaannya

Bagaimana kronologinya?

Peristiwa itu kan didahului oleh patroli. Mereka yang bertugas itu tergabung dalam kegiatan Operasi Aman Maleo. Tapi dalam perjalanannya personel menemukan kecurigaan-kecurigaan.

Apa yang ditemukan?
Waktu itu kawasan yang dilakukan pemeriksan itu memang sudah dideteksi sebagai lokasi pelatihan khususnya di Kawasan Lereng Gunung Biru, Poso Pesisir. Maka petugas mencoba untuk melihat kembali kondisi lapangan seperti apa, tapi  sebelum menemukan kelompok ini kami menemukan beberapa benda mencurigakan yang menjadi petunjuk kuat.

Benda-benda itu kami yakini digunakan oleh mereka dan sepertinya pernah dijumpai adanya suatu tempat yang dimanfaatkan sebagai lokasi latihan teror tahun lalu.

Selanjutnya?
Setelah itu ditemukan, petugas mengintensifkan pengawasan di kawasan itu sampai akhirnya pada pukul 10.30 WIB terjadi baku tembak dengan pihak teroris yang mengakibatkan meninggalnya Bharada I Putu Satria Wirayudha dari anggota satuan Brimob.

Apa ada kecurigaan terhadap titik-titik lain?
Ya ada. bukan di kawasan itu saja, kami akan melakukan pengawasan ke daerah lainnya karena kawasan itu luas sekali.

Dengan daerah yang begitu luas ada lokasi berupa ladang yang lokasinya tidak mudah dijangkau, nah kami menilai kawasan seperti itulah yang dimanfaatkan oleh orang-orang itu untuk latihan.

Bagaimana pola gerakan mereka?
Kita ketahui para teroris ini melakukan latihan dengan mobile atau melakukan latihan perpindah-pindah dan memanfaatkan luasnya wilayah yang ada. Jadi mereka tidak statis. Mereka berpindah dari tempat A ke tempat B dan C, seterusnya begitu.

Apakah dengan gugurnya satu anggota kepolisian, operasi akan dihentikan sementara?
Oh tidak. penyelidikan terhadap keberadaan mereka tetap dilakukan dan akan ditingkatkan, termasuk mengejar kemana larinya kawanan itu. Mereka sekarang melarikan diri dengan membawa senjata api.

Ada rencana  Polri  meminta bantuan TNI?
Ya apabila ada yang diperlukan untuk kelancaran tugas kami tentu akan minta bantuan TNI. Paling tidak dari sisi intelijen, peran dari Babinsa di sana sangat dibutuhkan.

Bagaimana bentuk kerjasama dengan TNI?
Pertama, Polri dan TNI bisa melakukan pelatihan bersama di lokasi-lokasi rawan itu. Latihan bersama itu saya rasa bia memberikan efek terhadap kelompok teroris, jangan sampai mereka dengan seenaknya menggunakan lahan-lahan  milik masyarakat untuk kegiatan seperti itu.

Tapi yang lebih berbahaya lagi dan kami khawatirkan adalah mereka mencoba mempengaruhi masyarakat setempat untuk memberikan dukungan atas aksi-aksi mereka itu.

Kedua, kerjasama dalam konteks intelijen dan penelusuran keberadaan kawanan teroris itu perlu dilakukan juga.

Apa bentuk apresiasi Polri atas korban meninggal dunia Bharada I Putu Satria Wirayudha?
Polri memberikan kenaikan pangkat pada Bharada I Putu Satria Wirayudha, anggota satuan Brimob  menjadi Anumerta. Awalnya beliau adalah Bhayangkara dua menjadi Bhayangkara satu.  ***

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya