Berita

ilustrasi

Bisnis

Corporate Action

Timah Siapkan Belanja Modal Rp 1,4 Triliun

JUMAT, 07 FEBRUARI 2014 | 09:59 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Timah Tbk (TINS) menyiapkan anggaran dana belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp 1,4 triliun tahun ini.

Direktur Utama Timah Sukrisno mengatakan, dana capex itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis tambang perusahaan, sisanya digunakan untuk modal kerja rutin.

“Sumber pendanaan capex dari kas internal,” ucap Sukrisno di Jakarta, kemarin.
Sementara perusahaan pelat merah itu juga menargetkan produksi timahnya akan mencapai 20-30 ribu ton tahun ini. Sedangkan mayoritas dari hasil produksi timah tersebut akan diekspor.

Sementara perusahaan pelat merah itu juga menargetkan produksi timahnya akan mencapai 20-30 ribu ton tahun ini. Sedangkan mayoritas dari hasil produksi timah tersebut akan diekspor.

“Produksi timah perseroan akan sebesar 20 hingga 30 ribu ton untuk tahun ini, dan akan banyak yang diekspor,” sambungnya.

Sukrisno menjelaskan, pihaknya setiap tahun lebih banyak ekspor hasil tambang timah ketimbang untuk domestik.

“Karena kebutuhan domestik belum banyak, jadi kami lebih banyak mengirim hasil tambang ke luar karena di sana juga permintaan timah lebih banyak,” terangnya.

Sebelumnya, PT Timah melakukan ekspor timah batangan melalui transaksi di Bursa Timah tepatnya Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) Jakarta. Adapun ekspor tersebut sebanyak 250 metrik ton dengan nilai 5,52 juta dolar AS.

BKDI merupakan bursa berjangka yang telah mendapat amanah dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan untuk melaksanakan Permendag Nomor 32-2013 tentang Ketentuan Ekspor Timah.

Sebagaimana diketahui, pelaksanaan ekspor melalui pelabuhan khusus Muntok, Bangka Barat sebanyak 250 metrik ton dengan nilai 5.523.800,00 dolar AS untuk tujuan Singapura, Yokohama-Japan dan Shanghai-China. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya