Berita

pebalap Sauber, Adrian Sutil

Olahraga

Pilot Sauber Keluhkan Turbo V6

Formula One
KAMIS, 06 FEBRUARI 2014 | 09:03 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Para pebalap Formula One (F1) menilai generasi mobil baru saat ini lebih lambat dibanding mobil-mobil sebelumnya saat balapan.

Defisit kecepatan ini membuat sejumlah pebalap khawatir ditinggalkan para penggemarnya, dan F1 tidak berkilau.

Tes pramusim F1 akhir pekan lalu di Jerez masih menjadi pembahasan para tim. Pengalaman pertama mesin turbo V6 digunakan pada tes pramusim tersebut terlihat buruk.


“Kami harus kehilangan downforce, sekitar 20-30 persen dari musim sebelumnya dan kini ban terasa tidak nyaman. Itu membuat kita merasa kesulitan sepanjang sirkuit,” tutur pebalap Sauber, Adrian Sutil dikutip Autosport, kemarin.

Waktu lap terbaik dalam tes itu dibukukan Kevin Magnussen dengan catatan 83,276 detik. Catatan waktu ini lebih lambat delapan detik dari milik Michael Schumacher, yakni 76,043 detik, pada 2004 silam, yang menjadi catatan waktu terbaik dalam tes pramusim.

Meskipun mesin baru dapat memberikan banyak tenaga kuda, namun lemah saat melaju di tikungan. â€Dari aerodynamic, saya rasa kami harus sedikit melangkah, karena F1 seharusnya juga lebih cepat di tikungan. Ini memalukan karena F1 lebih lambat saat ini.”

Pebalap asal Jerman itu juga mengungkapkan, laju mesin terasa makin lambat, dan ban tidak pantas digunakan bagi semua jet darat. “Saya tak mengerti kenapa mereka harus begitu konservatif.”

Hal senada dikatakan pebalap Ferrari, Fernando Alonso, juga mengakui kecepatan mobil 2014 terasa lambat akan mengurangi tantangan fisik saat mengendarai. Meski demikian, dia menolak jika hal itu akan membuat balapan F1 jadi membosankan. “Selama menyetir dalam batasan waktu yang ditentukan, itu tak akan mengubah sudut pandang saya. Mobil ini masih menyenangkan dikendarai tapi memacu emosional saya,” ujarnya.  ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya