Berita

Materi Renegosiasi Mandat Konstitusi, Pemerintah Tak Perlu Gentar

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 12:56 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketika menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben), Susilo Bambang Yudhoyono mengesahkan berdirinya 20 perusahaan Migas asing, dari total 30 perusahaan migas di Indonesia.
 
"Akibatnya pengelolaan Migas di Indonesia dikuasai oleh asing. Ini sangat merugikan bangsa Indonesia," tegas Ketua Kadin Indonesia, DR. Rizal Ramli, di kantornya, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (5/2).

Khusus Freeport Indonesia, renegosiasi kontrak karyanya merupakan salah satu yang paling alot. Padahal, Wakil Menteri Eenergi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Susilo Siswoutomo menyatakan, renegosiasi KK Freeport menjadi prioritas. Renegosiasi ini sudah berlangsung selama tiga tahun dan seharusnya sudah selesai Desember 2013 silam.  


Menurut Rizal, pemerintah harusnya tidak perlu gentar, karena materi renegosiasi adalah mandat konstitusi dan Undang Undang.

"Pada titik ini Freeport telah melakukan banyak pelanggaran. Misalnya, terkait luas dan jangka waktu pertambangan. Putusan Mahkamah Konstitusi atas Permohonan Uji Materi UU Penanaman Modal menyatakan ‘tidak boleh terlalu luas dan terlalu lama’ karena berpotensi hilangnya kedaulatan negara. Soal kedaulatan ini termasuk di dalamnya adalah tidak boleh perpanjangan di depan sebagaimana Freeport yang bisa diperpanjang otomatis," ungkapnya.

Data yang ada menyebutkan Freeport banyak melakukan pelanggaran. Tentang royalti emas, misalnya, Freeport hanya membayar sebesar 1% bertentangan dengan PP 45 Tahun 2003 dan PP 9 Tahun 2002 yang seharusnya 3,75%. Sedangkan terkait pembangunan smelter (permunian) di dalam negeri, jika Freeport masih juga enggan, ini jelas melanggar kontrak karya dan UU No. 4/2009 tentang Minerba.

Sebelumnya, Rizal mendesak pemerintah melakukan moratorium (penghentian) semua rengosiasi kontrak karya (KK) pertambangan, baik migas maupun mineral dan batubara (Minerba) sekarang juga, sampai pemerintahan baru terbentuk. (Klik: Ketua Kadin: Rawan Penyimpangan Jelang Pemilu, Hentikan Renegosiasi KK Pertambangan!)

Langkah itu harus dilakukan karena pemerintah saat ini tidak lagi memiliki legitimasi secara integritas dan kredibilitas. Biarkan semua perundingan ulang kontrak karya dilakukan oleh pemerintah mendatang hasil Pemilu 2014. [zul]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Prabowo Apresiasi Rahmat Erwin Usai Raih Emas dan Pecahkan Rekor Dunia

Minggu, 27 September 2026 | 12:11

Partai Koalisi Bela Prabowo Mati-matian tapi Diam Saat Gibran Dikritik

Minggu, 27 September 2026 | 12:05

Daftar 10 Wilayah Terpanas 27 September 2026, Suhu Capai 37,4 Derajat

Minggu, 27 September 2026 | 11:57

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Spesifikasi Samsung Galaxy A08 Resmi Meluncur di Indonesia, Baterai 6.000 mAh

Minggu, 27 September 2026 | 11:37

Indonesia Calonkan Diri untuk Kursi Tidak Tetap DK PBB Periode 2029-2030

Minggu, 27 September 2026 | 11:04

Tak Ada Satupun Partai Koalisi Pasang Badan saat Gibran Hadapi Gugatan Ijazah

Minggu, 27 September 2026 | 10:31

KPK Amankan Perhiasan Diduga Emas Saat Geledah Kanwil BPN Jatim

Minggu, 27 September 2026 | 10:17

Perang Abad 21 Sudah Dimulai, tapi Mukan di Medan Tempur

Minggu, 27 September 2026 | 10:05

Sugiono: RI Percaya PBB, Tapi Multilateralisme Harus Lebih Representatif dan Gesit

Minggu, 27 September 2026 | 09:27

Selengkapnya