Berita

PT Pertamina (Persero)

Bisnis

Corporate Action

Integrasikan Bisnis Biofuel Pertamina Gaet PTPN IV

RABU, 05 FEBRUARI 2014 | 08:53 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Pertamina (Persero) dan PT Perkebunan Nusantara IV (Persero) (PTPN) sepakat bersinergi mengembangkan bisnis biofuel terintegrasi.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan Direktur Perencanaan Investasi dan Managemen Risiko Pertamina M Afdal Bahaudin dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PTPN IV Memed Wiramihardja.

Kerja sama kedua perusahaan pelat merah ini akan diawali dengan pelaksanaan studi bersama untuk pengembangan bisnis biofuel terintegrasi yang sejalan dengan visi Pertamina sebagai perusahaan energi kelas dunia. Studi bersama dilakukan untuk mengkaji nilai keekonomian bisnis biofuel kedua perusahaan.


“Pada tahap awal kapasitas produksi biofuel akan dimulai pada level 10 ribu barel per hari. Kerja sama ini bukti komitmen perusahaan terhadap upaya pemanfaatan sumber daya energi terbarukan di dalam negeri sehingga impor BBM dapat dikurangi,” kata Afdal.

Dalam kerja sama ini, PTPN IV dengan dukungan Pertamina akan mengintegrasikan bisnis hulu dan hilir perkebunan sawit. Indonesia menyimpan potensi besar untuk memenuhi kebutuhan energi nasional melalui produksi biofuel.

Untuk meminimalisir risiko bisnis karena fluktuasi harga, Memed mengusulkan pembentukan satu anak perusahaan yang bergerak dari hulu (kebun) sampai ke hilir (produk akhir). Dengan demikian, produknya bukan crude palm oil (CPO), tetapi green diesel atau biofuel.

Memed menambahkan, studi bersama yang akan dibuat akan mengarah pada pembentukan anak perusahaan. Diperkirakan studi bersama selesai April 2014 dan jika disepakati bersama, Juni 2014 sudah bisa dieksekusi.

Saat ini, produksi CPO PTPN IV mencapai 2.500 ton per hari. Diperkirakan dalam 10 tahun ke depan, produksi CPO PTPN IV mencapai 3.500 ton per hari.  ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya