Berita

bantaran kali/net

Olahraga

Kadis P2B: Bangunan di Bantaran Kali Tanggung Jawab Dinas PU

SABTU, 01 FEBRUARI 2014 | 16:45 WIB | LAPORAN:

Kepala Dinas Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) DKI Jakarta, I Putu Ngurah Indiana mengatakan bahwa pihaknya tidak bertanggung jawab terhadap bangunan-bangunan liar yang berdiri di sepanjang wilayah infrastruktur. Misalnya bangunan yang berdiri di sepanjang bantaran kali, waduk ataupun di area saluran air.

Menurutnya, Dinas Pekerjaan Umum (PU) yang bertanggung jawab mengawasi warga yang hendak mendirikan bangunan di wilayah tersebut.

"P2B tidak bertanggung jawab pada bangunan di wilayah infrastruktur. Jadi itu kerjaan PU. Misalnya di bantaran, kali, waduk. Mereka yang harusnya mencegah agar masyarakat tidak bangun rumah disana. Bukan P2B!" ujar Putu kepada wartawan, Sabtu (1/2).


Putu juga menyampaikan bila tata ruang yang salah tidak akan memberi efek banjir di Jakarta. Yang harus diperhatikan Pemprov DKI, menurutnya, adalah mengenai proyek normalisasi 13 sungai besar yang mengalir di Jakarta.

"Tata ruang kecil sekali memberi efek banjir. Biasanya banjir juga terjadi di area sungai. Dulu sungai 60 meter luasnya, skrg menyempit jadi 30 meter dan menjadi dangkal. Sungai menyempit," jelasnya.

Putu juga mengklaim bila petugas P2B tidak pernah memberi izin kepada masyarakat yang hendak mengajukan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan komersil di area rumah tinggal. Umumnya, pengajuan semacam itu menurutnya langsung ditolak.

Sedangkan untuk pengurusan IMB bagi rumah tinggal juga harus memperhatikan koefisien dari lahan bangunan.

"Apakah masyarakat menyediakan lahan resapan atau tidak? Kalau tidak juga akan ditolak," paparnya. [ian]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya