Berita

tim honda

Olahraga

Honda Ancam Angkat Kaki

Motogp
JUMAT, 31 JANUARI 2014 | 09:43 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden Asosiasi Tim Balap Internasional (IRTA), Herve Poncharal dibuat pusing atas sikap Vice President Departemen Balap Honda (HRC), Shuhei Nakamoto yang berniat berhenti dari MotoGP.

Nakamoto sama sekali tidak sepakat dengan rencana penyeragaman perangkat (ECU) di MotoGP.

Dilaporkan cycleworld.com, saking tidak setujunya Nakamoto mengancam akan menarik seluruh tim Honda dalam waktu dekat jika MotoGP menerapkan penyeragaman ECU.


Bagi Poncharal pernyataan ini sulit diterima akal sehat.  Aturan tersebut sudah mulai diberlakukan pada tim-tim berstatus Open pada musim 2014.

Tim-tim Open diwajibkan memakai hardware dan software buatan Magneti Marelli. Sementara tim-tim pabrikan diwajibkan memakai hardware-nya saja, dan masih diperbolehkan mengembangkan software-nya sendiri.

Penyeragaman ECU ini sejatinya bukan aturan asing di dunia motorsport. F1 dan Kejuaraan Dunia Touring Car sudah menganut aturan ini. Bahkan, perhelatan besar di bawah level MotoGP seperti Moto2 dan Moto3 sudah melakukan hal yang sama.

“Saya perlu menghormati sikap Mr. Nakamoto, namun saya tak memahami alasannya. Padahal ia pernah menangani Honda di F1. Saat ia masih ada di sana, penyeragaman ECU sudah berlaku. Kenapa dia sekarang bersikeras menolaknya,” ujar Poncharal yang juga bos Monster Yamaha Tech 3.

Tim Ducati Corse diketahui pabrikan yang paling setuju dengan penyeragaman ECU.  ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Rupiah Undervalued: Cerita yang Terus Diulang

Senin, 27 April 2026 | 03:42

Truk Pengangkut Tembakau Terguling di Ruas Tol Jangli-Gayamsari

Senin, 27 April 2026 | 03:21

Pemerintahan Jokowi Berhasil Lakukan Kemiskinan Struktural

Senin, 27 April 2026 | 02:58

Menyorot Peran Indonesia dalam Stabilitas Asia Tenggara

Senin, 27 April 2026 | 02:35

Pakar Sebut Korporasi Kapitalis Penyebab Terjadinya Kemiskinan

Senin, 27 April 2026 | 02:12

Pemerintahan Jokowi Beri Jalan Lahirnya Fasisme

Senin, 27 April 2026 | 01:51

Bonus Rp1 Miliar untuk Pemain Persib Ternyata Berasal dari Maruarar Sirait

Senin, 27 April 2026 | 01:30

Strategi Memutus Rantai “Feederism” di Selat Malaka

Senin, 27 April 2026 | 01:12

Tiket Pesawat Tak Perlu Naik meski Harga Avtur Melonjak

Senin, 27 April 2026 | 00:45

Pelaku Penembakan di WHCD Dipastikan Beraksi Sendirian

Senin, 27 April 2026 | 00:42

Selengkapnya