PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III saat ini tengah mengembangkan kawasan industri yang luas dengan pelabuhan plus kompleks perumahan. Kawasan yang diberi nama Java Integrated Industrial Port and Estate (JIIPE) itu sedang dibangun dan dikembangkan sebagai pusat pengembangan industri baru di sisi utara Gresik, Jawa Timur.
“Dibangun di sana untuk mendukung kegiatan ekonomi di Jawa Timur dan Indonesia pada umumnya,†ujar Kepala Humas Pelindo III Edi Priyanto.
Pengembangan industri ini juga akan didukung oleh pengembangan perumahan dan laut pelabuhan estate. Menurut Edi, pengembangan JIIPE di kawasan Manyar, Gresik juga sebagai solusi terhadap tingginya tingkat arus bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya.
Dia yakin, konsep bisnis Pelindo III dapat menekan biaya logistik dari hulu hingga hilir yang saat ini cukup tinggi dan sering dikeluhkan para pengusaha.
JIIPE bertujuan menyediakan layanan pelabuhan laut langsung ke kawasan industri untuk meminimalkan biaya logistik yang biasanya terjadi ketika pelabuhan laut jauh dari kawasan industri.
Selain itu, JIIPE juga bertindak sebagai pelabuhan multi layanan laut untuk melayani pengiriman, kontainer, general cargo, mobil atau kendaraan, curah kering dan cair. Dijelaskan Edi, pengembangan kawasan JIIPE di lokasi tersebut juga telah mematuhi peraturan daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Gresik dari 2010-2030.
Untuk mengembangkan proyek JIIPE, Pelindo III menggandeng PT AKR Corporindo Tbk untuk mengarap tanah seluas 2.000 hektar di Kawasan Manyar, Gresik, Jawa Timur. Luas areal itu rencananya dibagi dalam tiga kawasan, yakni untuk pelabuhan, industri dan perumahan.
Selain itu, Pelindo III berencana menerapkan sistem operasi 24 jam nonstop mulai 1 Maret 2014 di Terminal Berlian, Pelabuhan Tanjung Perak. Langkah ini untuk meningkatkan produktivitas bongkar muat. Pengoperasian itu sudah melalui kesepakatan bersama.
“Pengaturan jadwal kerja, istirahat maupun ibadah akan dilaksanakan bergantian untuk tetap mendukung operasi Terminal Berlian. Termasuk kesiapan petugas pandu dan operator sarana bantu pelayanan pemanduan (SBPP) untuk mendukung operasi Terminal Berlian 24 jam nonstop,†ujar Edi.
Pihaknya akan menyiapkan semua tenaga pengganti di tempat kerjanya masing-masing, sejak 30 menit sebelum pergantian
sift. Para pekerja itu wajib absen
finger scan (deteksi jari tangan) di lokasi yang telah disediakan. ***