Berita

ilustrasi, Impor Beras Vietnam

Bisnis

Menteri Diminta Stop Saling Lempar Tanggung Jawab

BPK Dalami Pengadaan Impor Beras Vietnam
JUMAT, 31 JANUARI 2014 | 09:56 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gara-gara beredar beras impor asal Vietnam di pasaran, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bakal menindaklanjuti masalah itu. Sudah saatnya para menteri dan pihak terkait lainnya berhenti saling lempar tanggung jawab.

“Agar kasus ini segera transparan, kami akan melakukan pemeriksaan lanjutan yang lebih mendalam. Jangan sampai masyarakat, khususnya petani merasa mereka terus dibohongi,” ujar anggota BPK Ali Masykur Musa.

Menurut dia, solusi jangka pendek untuk mengatasi hal ini kementerian dan lembaga terkait harus duduk bersama dan saling berkoordinasi, bukan malah saling melampar tanggung jawab satu sama lain.


“Saling lempar tanggung jawab tidak akan menyelesaikan masalah. Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan semestinya langsung bersama-sama mencari solusi. Ditjen Bea Cukai juga tidak bisa lepas tangan, karena mereka yang mengawasi barang impor,” terangnya.

Pengamat ekonomi Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan beras di Indonesia, Bulog harus memiliki stok setidaknya lima persen dari kebutuhan domestik. Jadi, kalau sewaktu-waktu ada keperluan, seperti gagal panen atau bencana, kebutuhan akan beras dapat diatasi.

“Impor yang dilakukan memang untuk kepentingan stok di Bulog, tapi untuk kepentingan normal sehari-hari masih mencukupi,” ujarnya.

Pengamat ekonomi Faisal Basri menambahkan, teramat mudah menelusuri keganjilan impor beras dari Vietnam itu. “Teliti saja dari dokumen impor resmi. Dengan mudah diketahui siapa saja yang mengimpor,” ujarnya.

Faisal menjelaskan, bukan kali ini saja Kementerian Perdagangan (Kemendag) berulah. Beberapa waktu lalu, dalam kasus impor bawang putih, Menteri Perdagangan Gita Wirjawan ditetapkan sebagai terlapor oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Berbeda dengan kasus bawang putih, Faisal menyebut impor beras yang dilakukan secara tidak patut akan memukul petani lokal. â€Karena harga jual beras Vietnam lebih murah Rp 500-700 per kg,” jelasnya.

Anggota Komisi IV DPR Hermanto menuding, pihak yang harus bertanggung jawab atas impor beras Vietnam ini yakni Menteri Perdagangan. Sebab, aturan impor tersebut di bawah Kemendag. Dia menilai, permasalahan yang terjadi itu karena tidak adanya koordinasi yang baik antara lembaga negara yang mengurusi bidang itu. ***

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya