Berita

FOTO:NET

Bisnis

Saham PGN Anjlok, Dana Pensiun Pertamina Merugi Rp 25,22 M

KAMIS, 30 JANUARI 2014 | 19:51 WIB | LAPORAN:

Dana Pensiun Pertamina juga terkena imbas isu akuisisi Perusahaan Gas Negara (PGN) oleh PT. Pertamina (Persero).

Untuk diketahui, Dana Pensiun Pertamina memiliki 28.334.500 lembar saham di PGN.
Namun akibat isu akuisisi PGN-Pertamina yang terus bergulir sejak Oktober 2013 lalu hingga Januari 2014 ini, Dana Pensiun Pertamina ditaksir mengalami kerugian mencapai Rp 25,22 miliar. Besaran ini dihitung sejak harga saham PGAS terjun bebas.

Pada 24 Oktober 2013, saham PGAS ditutup di level Rp 5.450 per saham. Lalu, pada 27 Januari 2014, saham PGAS anjlok di level Rp 4.560, berarti terjadi selisih kerugian sebesar Rp 890 per saham. Jika dihitung secara akumulasi berdasarkan selisih kerugian per saham Rp 890 dikali jumlah saham yang dimiliki, maka kerugian yang dialami Dana Pensiun Pertamina menjadi Rp 25,22 miliar.

Pada 24 Oktober 2013, saham PGAS ditutup di level Rp 5.450 per saham. Lalu, pada 27 Januari 2014, saham PGAS anjlok di level Rp 4.560, berarti terjadi selisih kerugian sebesar Rp 890 per saham. Jika dihitung secara akumulasi berdasarkan selisih kerugian per saham Rp 890 dikali jumlah saham yang dimiliki, maka kerugian yang dialami Dana Pensiun Pertamina menjadi Rp 25,22 miliar.

Rieke Diah Pitaloka mengemukakan, sebetulnya wacana akuisisi PGN-Pertamina sudah ditolak oleh Komisi VI DPR RI. Sebagai anggota Komisi IX, ia condong menyoroti kerugian saham Jamsostek, kini BJPS Ketenagakerjaan yang notabene juga memiliki saham di PGN.

"Yang jelas saya di Komisi IX tidak terima uang buruh di Jamsostek lenyap akibat wacana yang dihembuskan Pertamina dan Kementerian BUMN itu, karena ini menyangkut kesejahteraan peserta," tegas politisi PDI Perjuangan itu kepada wartawan di Jakarta, Kamis (30/1).

Karena itulah Rieke meminta agar Kementerian BUMN lebih arif dalam mengeluarkan isu terkait perusahaan yang sudah go publik.

"BPJS harus dikelola untuk kepentingan peserta, jangan sampai ada pihak tertentu yang sengaja mewacanakan akuisisi itu dan merugikan Jamsostek,” ujarnya lagi.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

OJK Minta Masyarakat Waspada Scam Berkedok Sensus Ekonomi 2026

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:12

Harga Minyak Dunia Stabil, Pasar Pantau Kebijakan OPEC+ dan Arab Saudi

Selasa, 07 Juli 2026 | 10:03

PSI Sulit Jadikan Jateng Kandang Gajah Jika Hanya Andalkan Jokowi

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:57

Prabowo Bersiap Gelar Pertemuan Bilateral dengan Modi di Istana Pagi Ini

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:54

IHSG Menguat, Rupiah Bergerak ke Rp17.985 per Dolar AS

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:48

BBNI Tuntaskan Buyback 2026, Saham Dialihkan Penuh untuk Program Pegawai (ESOP)

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:45

PPP Menangkan Lima Gugatan Sengketa Internal, Legalitas Kepengurusan Semakin Kuat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:38

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Harga Emas Antam Anjlok Rp15 Ribu, Termurah Rp1,37 Juta

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:32

Keputusan RI Hadiri Pemakaman Ayatollah Khamenei Sangat Tepat

Selasa, 07 Juli 2026 | 09:22

Selengkapnya