Berita

Albert Hasibuan

Wawancara

WAWANCARA

Albert Hasibuan: Ada Tekanan Wajibkan Wapres Hadir Ke DPR

RABU, 29 JANUARI 2014 | 09:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kasus Century senilai Rp 7,4 triliun (berdasarkan data terakhir BPK) mulai menyasar titik-titik puncak. Tim Pengawas (Timwas) kasus Century bentukan DPR terus “mengejar” Wapres Boediono yang ketika kasus Century terjadi menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Rencananya, Boediono akan dipanggil lagi ke DPR pada 19 Februari mendatang.

“Kami belum mengetahui apakah Wapres akan hadir atau tidak. Semuanya tergantung keputusan Pak Wapres. Kami tidak bisa memberikan keputusan,” kata Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Albert Hasibuan ketika dikontak Rakyat Merdeka, kemarin.

 Anggota Timwas Century Bambang Soesatyo menyatakan, pemanggilan Boediono sudah masuk mekanisme dewan dan menyangkut kewibawaan DPR. Karena itu, ketika DPR memanggil Boediono, maka yang bersangkutan harus datang.


Timwas, kata Bambang, menilai perlu meminta penjelasan karena Boediono memberikan keterangan berbeda dalam konferensi pers (seusai diperiksa KPK) dengan apa yang disampaikannya pada Panitia Khusus Bank Century.

 Tapi, kata Albert Hasibuan, pihaknya menyarankan DPR untuk melakukan pengawasan terhadap pemeriksaan yang dilakukan oleh KPK terhadap Boediono. Bukan memanggil langsung Boediono.

“Jika ada yang kurang, ya sampaikan saja ke KPK. Nanti biar KPK yang menanyakan kepada Wapres,” ujar Albert.

Kenapa Anda tidak setuju Wapres dipanggil Timwas DPR?
 Karena kasus Bank Century sudah ditangani KPK. Semua pihak harus menghormati proses hukum yang berjalan di KPK.

 DPR beralasan ingin mendalami informasi yang belum terungkap dalam pemeriksaan sebelumnya. Kalau memang ada kekurangan dalam pemeriksaan, maka KPK lah yang wajib memanggilnya. Bukan DPR lagi.

DPR memang berwenang memeriksa atau mengawasi segala sesuatu yang menyangkut Century. Akan tetapi, sebelum ada pihak lain yang juga melakukan pemeriksaan.

Jadi, Wapres tidak perlu menghadiri panggilan DPR?
 Wapres Boediono tidak memiliki kewajiban untuk memenuhi panggilan Timwas Century DPR. Hal ini karena proses politik pada kasus itu sudah berakhir. Jadi serahkan saja ke KPK.

Sebaiknya DPR melakukan apa?
 Sebaiknya Timwas itu mengkaitkan dengan kasus Century yang sudah ditangani secara hukum oleh KPK sehingga aspek-aspek politik yang terkait kasus ini sudah berakhir.

Jika ada yang kurang, ya sampaikan saja ke KPK. Nanti biar KPK yang menanyakan kepada Pak Wapres.

Jadi, Wapres tidak akan hadir dalam pemanggilan 19 Februari mendatang?
 Kalau ini kami belum tahu, apakah Wapres akan hadir atau tidak. Semuanya tergantung keputusan beliau (Boediono). Kami tidak bisa memberikan keputusan.

Wantimpres sudah berbicara dengan Boediono?

Nanti kami akan jadwalkan.

Pernahkah menjalin komunikasi dengan Timwas DPR?
 Tidak pernah ada pertemuan dan komunikasi saat sebelum dan sesudah pemeriksaan dengan para anggota Timwas. Saya pun tidak kenal dekat dengan mereka.

Apakah citra Wapres terganggu akibat pemanggilan ini?
Citra Wapres tidak tergantung dari pemanggilan ini. Jadi tidak akan mengganggu kinerja Wapres dalam menjalankan tugasnya.

Tapi masalah ini sudah menimbulkan kegaduhan politik?
Saya tidak ingin mendahului tapi memang dalam tahun politik ini sebelum pilpres tentu akan mengalami pengaruh-pengaruh di bidang politik. Apakah pengaruh itu menimbulkan kegaduhan, saya tidak tahu.

Timwas mengunjungi banyak tokoh untuk mendapatkan dukungan terkait kasus Century. Tanggapan Anda?
 Upaya penggalangan dukungan dari para tokoh untuk mendorong pemeriksaan Wapres tidak rasional. Timwas saat ini sedang berupaya mendapatkan dukungan yang kuat dari berbagai pihak. Tujuannya sudah pasti, agar bisa menghadirkan Wapres di DPR. Sehingga ada tekanan yang mewajibkan Wapres untuk hadir ke DPR.

Jadi, ini bentuk tekanan?
 Betul. Saya lihat cara meminta pendapat dari para tokoh itu tidak tepat karena meminta pendapat para tokoh-tokoh itu bisa saja dianggap sebagai penekanan sosial dan penekanan politik. ***

Populer

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

OJK Catat Penyaluran Kredit Tembus Rp 8.659 Triliun, Sektor UMKM Mulai Tunjukkan Perbaikan

Rabu, 06 Mei 2026 | 08:14

Trump Mendadak Hentikan Operasi Project Freedom di Selat Hormuz

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:52

Harga Emas Rebound Saat Pasar Pantau Geopolitik dan Data Tenaga Kerja

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:23

Sektor Teknologi Eropa Bangkit dari Keterpurukan, STOXX 600 Menghijau

Rabu, 06 Mei 2026 | 07:05

Kemenag Fasilitasi Kepindahan Santri Ponpes Ndolo Kusumo

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:45

Dana Wakaf Baitul Asyi untuk Jemaah Haji Aceh Diusulkan Naik

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:32

Rudy Mas’ud di Ujung Tanduk

Rabu, 06 Mei 2026 | 06:09

Rakyat Antipati dengan PSI

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:38

10 Orang Jadi Korban Penyiraman Air Keras Kurir Ekspedisi

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:19

Kapal Supertanker Iran Masuk RI Bukan Dagang Biasa

Rabu, 06 Mei 2026 | 05:08

Selengkapnya