Berita

Jenderal Moeldoko

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Moeldoko: 19.357 Personel Disiagakan Menghadapi Bencana Banjir

JUMAT, 24 JANUARI 2014 | 10:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebanyak 19.357 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) disiagakan untuk menghadapi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di tanah air.

“Saya sudah menginstruksikan kepada prajurit TNI di seluruh Indonesia untuk siaga I menghadapi bencana banjir,’’ kata Panglima TNI Jenderal Moeldoko kepada Rakyat Merdeka di Jakarta, Rabu (22/1).

“TNI telah membangun posko penanganan banjir yang tersebar di berbagai wilayah, seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, dan Sulawesi Utara,’’ tambah bekas Kepala Staf Angkatan Darat itu.


Menurut Moeldoko, instruksi tanggap bencana banjir yang dilakukan TNI merupakan cerminan dari salah satu tugas pokok TNI. Tugas pokok di bidang operasi militer, selain perang juga membantu menanggulangi akibat bencana alam, pengungsian dan pemberian bantuan kemanusiaan.

“Tugas pokok tersebut tercantum dalam pasal 7 ayat 2 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Berapa personel TNI yang diterjunkan di Jakarta?
Sebanyak 5.559 prajurit. Jumlah personel yang diterjunkan di setiap daerah berbeda.

Posko didirikan di mana saja?
Para prajurit tersebut kami sebar untuk membentuk posko penanganan banjir di Cempaka Putih, Petamburan, Tanah Abang, Kapuk Muara, Pluit, penjaringan, Kebon Jeruk, Cengkareng, Kapuk Raya, Bukit Duri, Cipulir, Pangadegan dan beberapa tempat lain di lokasi bencana.

Bagaimana dengan alat bantu?

Tentu TNI juga menerjunkan peralatan untuk membantu penanganan musibah banjir. Untuk menghadapi banjir di Jakarta, TNI menyiapkan 128 unit perahu karet, 57 unit tenda, 30 unit mobil ambulance, 34 dapur lapangan, 89 unit truk, 42 unit skoci karet, 30 unit motor tempel, 565 pelampung, 15 unit river boat, 1 pesawat EC 120 B Colibri dan 1 pesawat SA 330, serta beberapa peralatan pendukung lainnya.

Sebelumnya BPPT mengeluh karena TNI hanya meminjamkan satu persawat Hercules untuk memanipulasi cuaca di Jakarta, ini bagaimana?
Kami bukannya tidak mau meminjamkan. Pada prinsipnya kami menyiagakan semua alat-alat yang kami miliki untuk membantu. Masalahnya kami tak hanya urusi rekayasa cuaca, karena kami juga ada misi lain.

Misi apa?
Pesawat Hercules TNI  juga dipakai untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke lokasi bencana banjir bandang di Manado, Sulawesi Utara, dan lokasi bencana Gunung Sinabung,  Tanah Karo, Sumatera Utara.

Yakinlah kami akan berupaya memberikan tambahan pesawat untuk rekayasa cuaca semaksimal mungkin. Saya sudah perintahkan Panglima Kotama untuk siapkan seluruh pasukannya agar siaga bencana.

Bagaimana dengan banjir Jawa Barat dan Jawa Tengah?
Di Jawa Barat, TNI terjunkan sebanyak 10.870 personel. Mereka tersebar di Bogor, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Garut, Ciamis, Tasikmalaya, Karawang, Subang, Cirebon, Kuningan, Indramayu, Majalengka, Purwakarta, Pandeglang, Serang, dan Cilegon.

Sedangkan di Jawa Tengah, personel TNI yang diterjunkan sebanyak 1.040 orang. Mereka tersebar dan mendirikan posko bantuan di wilayah Magelang, Muntilan, Ngentak, Sawangan, Pekalongan, Buaran, Wiradesa, Sragitirto, Pemalang, Widuri, Sugiwaras, Batang, Donorojo, Tahunan, Kalibeluk, Warungasem, Kembang, Kalinyamatan dan Kebonagung.

Alat-alat bantu, bagaimana?
Untuk Jawa Barat kami menyiapkan 19 unit perahu karet, 16 unit truk dan 3 dapur lapangan. Sementara untuk Jawa Tengah, kami menerjunkan 8 unit perahu karet, 11 unit truk, 2 unit bus dan 4 dapur lapangan.

Bagaimana dengan wilayah lainnya?

Di wilayah Sumatera, personel yang kami terjunkan sebanyak 1.147 orang. Mereka mendirikan posko di beberapa wilayah seperti Bengkulu, Ogan Komering Ilir, Banyu Asin, Jambi, Merangi dan Lampung.

Sebagai bantuan kami mempersiapkan 4 unit mobil ambulance, 26 unit truk, 48 unit tenda, 10 unit toolkit, 4 dapur lapangan, 9 perahu karet, 2 loader dan  2 grader.

Kalau banjir Manado?
Untuk wilayah Manado, personel yang diterjunkan sebanyak 741 orang. Mereka tersebar di wilayah Tinoor, Ranotana, Tambolang, Tomohon dan Sario. Peralatan yang dipergunakan adalah 4 unit perahu karet, 7 unit truk, 3 unit Hercules dan 18 unit tenda lapangan.

Oh ya,  pada 2013 saat operasi ketertiban dan yustisi, diketahui kalau personel TNI yang menggunakan narkoba meningkat, apa betul?
Memang secara keseluruhan kasus yang melibatkan prajurit TNI mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya. Namun, ada beberapa kasus yang mengalami peningkatan seperti kasus narkoba, desersi dan asusila.

Peningkatannya berapa banyak?
Kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan TNI meningkat dari 161 kasus pada 2012 menjadi 235 kasus pada 2013.

Apa yang dilakukan TNI terhadap prajurit yang terlibat narkoba?
Narkoba merupakan salah satu pelanggaran berat di TNI, hukumannya adalah dipecat. Kalau dia pengguna, mungkin masih dilihat dan dibina dan diperbaiki.

Tapi, kalau sudah meningkat menjadi penjual, bahkan bandar, itu pasti dipecat.

Sebagian besar prajurit yang terlibat kasus penyalahgunaan narkoba sudah dipecat.

TNI melakukan upaya apa untuk mengatasi masalah narkoba ini?

TNI akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan terus melakukan sosialisasi untuk menurunkan kasus penyalahgunaan narkoba. Kami akan tingkatkan jam satuan komando. Tindakannya harus tegas. No way, tidak ada kompromi. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya