Berita

Olahraga

Ahok Cari Celah agar PNS Bisa Dipecat

KAMIS, 23 JANUARI 2014 | 14:57 WIB | LAPORAN:

Aksi pungutan liar atau pungli di lingkungan sekolah Jakarta dipandang sudah mengkhawatirkan.

Terbaru kasus pungli di SMK Negeri 58 Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, terhadap para penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) sebesar Rp 5o rb per siswa.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama menduga masalah itu juga diketahui kepala sekolah bersangkutan. Menurut dia, aksi pungli marak karena ada celah pada aturan dari Kementerian Pendidikan Nasional yang kaku. Disebutkan dalam aturan dimaksud, guru yang hendak mendaftar sebagai calon kepsek harus mengikuti pelatihan terlebih dahulu selama dua tahun.


"Dengan kondisi itu, kita selalu melegalkan orang-orang yang nggak benar. Makanya harus ada yang berani melakukan tindakan pemecatan, supaya orang pada takut sehingga mereka tidak seenaknya," tekan mantan bupati Belitung Timur yang biasa disapa Ahok ini kepada wartawan di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).

Belum lagi DKI saat ini kekurangan tenaga pendidik, khususnya di sekolah-sekolah negeri. Kondisi ini cenderung dimanfaatkan oleh oknum guru. Bila pun dikenakan sanksi hanya berupa penurunan golongan semata.

"Habis selama ini, mereka pikir, paling turun golongan, guru kan cepat naik golongannya karena kekurangan guru. Ngapain ambil pusing," terangnya.

Satu-satunya jalan keluar supaya kasus ini tidak terulang lagi, menurut Ahok, dengan mengandalkan UU Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengatur tentang pemecatan Pegawai Negeri Sipil (PNS). Ia berniat menerapkan UU tersebut di Jakarta.

"Sekarang Kepsek mikir, nggak mungkin dong kamu berani pecat kami. Nah ini yang sedang kami pikirkan. Memang harus ada salah satu yang dipecat di DKI ini supaya tidak terulang lagi. Kalau sudah pecatkan, mereka jadi takut," tegasnya.[wid]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya