Lay-up Taj Gibson pada waktu perpanjangan alias overtime (OT) sukses mengantarkan Chicago Bulls menang tipis 102-100 dari Los Angeles Lakers di United Center, Selasa WIB.
Bertindak sebagai tuan rumah, Bulls memulai kuarter pertama dengan baik dan unggul 31-26 atas Lakers. Tapi di kuarter dua, Lakers membalas balik unggul 52-49. Duel kian ketat di kuarter tiga, namun masih dengan keunggulan buat Lakers 72-6.
Baru di kuarter empat Bulls menambah 24 poin seraya meredam Lakers pada tambahan 21 poin saja untuk membuat pertandingan berakhir 93-93. Laga pun mesti dituntaskan lewat OT.
Saat waktu menyisahkan 0,9 detik lagi di babak
overtime, arsitek Chicago Bulls, Tom Thibodeau merancang strategi khusus bagi Gibson membawa timnya menang dengan melakukan
lay-up menggunakan tangan kirinya.
Gibson yang menempati posisi forward, menerima umpan dari Mike Dunleavy, kemudian melakukan lay-up tepat saat bel berbunyi di babak perpanjangan waktu dan berhasil membuat Bulls unggul satu poin atas Lakers.
Dunleavy harus melakukan throw in dari bawah ring basket dan berhasil menemukan Gibson yang bergerak ke arahnya. Kemudian dia melakukan
lay-up yang tidak mampu dibendung pertahanan Lakers.
“Anda tidak memiliki banyak waktu dan para pemain pintar membaca permainan. Umpan Dunleavy sangat matang, dan Taj melakukan aksi yang luar biasa,†kata Thibodeaue di
ESPN, kemarin.
Meski menerima hasil menyakitkan, namun pelatih Lakers, Mike D’Antoni turut memuji permainan Bulls yang dinilainya penuh semangat dan mampu menerapkan strategi dengan baik.
“Itu merupakan sebuah permainan yang bagus. Direncanakan dengan baik dan pemain Bulls berhasil mengeksekusinya,†ujar D’Antoni.
Beda halnya dengan sang pemain, Young justru merasa kecewa dengan kekalahan timnya. Dia mengaku telah bermain cukup keras, namun nasib berkata lain. “Kekalahan ini menyakitkan. Kami berjuang keras namun hasilnya tidak sesuai harapan,†sesalnya. ***