Berita

FOTO:NET

Olahraga

Pengungsi Banjir Mulai Jenuh dan Trauma

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 19:11 WIB | LAPORAN:

Memasuki sepekan masa banjir, pengungsi mulai mengalami kejenuhan secara psikis. Selain jenuh, warga juga khawatir mengenai kondisi rumah mereka yang tergenang banjir.

Agar kondisi pengungsi tetap stabil, Dinas Kesehatan Jakarta bekerja sama dengan psikolog di Jakarta memberikan hiburan, edukasi dan konsultasi kepada para pengungsi, khususnya anak-anak.

"Kami menemukan ada beberapa pengungsi mengalami kejenuhan. Oleh sebab itu, kami bekerja sama dengan psikolog di Jakarta memberikan edukasi, konsultasi kepada anak-anak dan para pengungsi supaya tidak trauma," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI, Dien Emmawati di Balaikota, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).


Beberapa dari psikolog tersebut akan ditempatkan di pengungsian warga, terutama di pengungsian yang menampung warga paling banyak. Misalnya di kantor suku dinas, Gelanggang Olah Raga (GOR), Kampus Binawan, Universitas Borobudur, Gading Nias, Kelapa Gading, Duta Indah, Gereja dekat Sudin Jakarta Timur, Pengadegan, Bukit Duri, Manggarai, Kebon Baru, dan Rawajati.

"Psikolog akan mengajak bermain anak-anak, menularkan kebahagian meski harus tinggal di tempat pengungsian. Psikolog juga mengobrol dengan anak-anak dan para pengungsi supaya menghilangkan trauma mereka," tutur Dien.

Dien yakin warga sangat membutuhkan para psikolog ini. Pengungsi yang telah mengalami kerugian harta benda memang harus mendapat pertolongan dalam segi kejiwaan daan bila tidak ditangani dengan baik, akan menyebabkan kekhawatiran, ketakutan yang berujung pada trauma.

"Kejenuhan akibat ketidakpastian berapa lama harus mengungsi, deg-degan terus ketika hujan karena ada banjir susulan, dan permasalahan lain yang timbul, harus segera diselesaikan dengan bantuan psikolog," jelasnya.

Selain mendatangkan psikolog, Dinkes juga akan memberikan penyuluhan mengenai perilaku hidup bersih kepada pengungsi seperti mencuci tangan setiap kali hendak makan dan lainnya. Dengan begitu, ketika berada di lokasi pengungsian maupun pascabanjir, warga tidak terserang penyakit akibat lingkungan yang kotor.[wid]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

UPDATE

Pentagon Ungkap Biaya Perang Iran: 6 Hari Tembus Rp190 Triliun

Kamis, 12 Maret 2026 | 08:11

Pasar 1001 Malam: Strategi Kemenko PM Berdayakan UMKM dan Bantu Penyintas Bencana

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:58

Harga Emas Dunia Turun Tertekan Sentimen Suku Bunga

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:47

Dukung PP TUNAS, Kemenag Siapkan Kurikulum Etika Digital dan Santri Mahir AI

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:23

Pasar Eropa Terkoreksi, Saham Rheinmetall Anjlok 8 Persen

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:14

IEA Sepakat Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak

Kamis, 12 Maret 2026 | 07:01

Hari Ini Yaqut Cholil Dipanggil KPK sebagai Tersangka

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:49

Rampai Nusantara Ajak Publik Optimistis di Tengah Dinamika Global

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:42

Amr bin Ash Pembuka Gerbang Benua Afrika

Kamis, 12 Maret 2026 | 06:00

Kader Gerindra Ujung Tombak Mendukung Program Prabowo

Kamis, 12 Maret 2026 | 05:52

Selengkapnya