Berita

Agung Laksono

Wawancara

WAWANCARA

Agung Laksono: 20 Persen Penduduk Manado Tinggal Di Bantaran Sungai

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 11:14 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Pemerintah pusat dan pemerintah daerah provinsi Sulawesi Utara segera memperbaiki infrastruktur yang rusak diterjang banjir.

“Infrastruktur penting direhabilitasi, seperti jalan yang terputus dan lainnya agar bantuan kepada masyarakat bisa cepat sampai,” kata Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono kepada Rakyat Merdeka, Minggu (19/1).

Seperti diketahui, akibat bajir bandang yang melanda  Manado, Sulawesi Utara, Rabu (15/1), banyak jalan terputus karena longsor dan ratusan rumah terendam.


Agung Laksono selanjutnya mengatakan, pemerintah pusat  tetap memberikan perhatiannya, walau pemerintah daerah juga melakukan pembenahan.

“Meski ini bencana daerah, tentu pemerintah pusat tetap memberikan perhatian,” ujarnya.

Berikut kutipan selengkapnya:

Apa yang membuat pemerintah pusat peduli?
Sehari setelah kejadian banjir bandang di Manado, dalam sidang kabinet memutuskan satu tim ke Sinabung, Tanah Karo, dan satu lagi kunjungan saya beserta rombongan ke Manado untuk memberikan bantuan.

Selain itu juga, saya memastikan semua prosedur berjalan dengan baik. Ini tugas penting dari negara. Saya juga telah lakukan rapat kilat dengan Menteri PU untuk membicarakan penanganan infrastruktur yang rusak.

Kenapa perbaikan infrastruktur penting?
Mengingat negara kita sering mengalami bencana, longsor dan banjir, maka fokus utamanya ke situ.

Apa karena upaya tanggap darurat yang dilakukan pemerintah daerah lambat?
Tidak. Saya melihat tanggap darurat dan penanganan dengan cepat cukup baik.

Pemerintah pusat juga memberikan bantuan dan perhatian yang sama kok.

Berapa instansi yang mengunjungi korban banjir di Manado?

Selain saya ada Bu Menkes, Menteri PU, Mensos dan lainnya. Kami juga kerahkan BNPB sebagai garda terdepan.

Status tanggap darurat tetap bekerja di daerah sampai 28 Januari 2014. Kalau diperlukan akan ditambah waktunya lagi untuk mempercepat rehabilitasi kota yang terendam air dan lumpur.

Saya mengusulkan agar meminta bantuan TNI melalui Pangdam dan Danrem setempat untuk bisa mempercepat proses pembersihan.

Kalau tidak cepat dibersihkan, lumpur ini akan membuat tumbuh kembangnya sumber penyakit. Biasanya yang muncul adalah masalah diare. Tapi kalau cepat dibersihkan, tentu tidak ada masalah baru.

Apa TNI ikut membantu?
Sekarang TNI sedang ikut memperbaiki infrastruktur, seperti memperbaiki jalan yang terputus antara Manado dan Tomohon.

Apa saja yang dibawa Kemenko Kesra?

Di Manado ini ada ratusan rumah yang rusak. Banyak masyarakat di pengungsian.

Pemerintah pusat dan daerah memberikan jaminan, seperti jaminan perbekalan makanan, obat-obatan, perlengkapan dapur, tenda, selimut dan lainnya.

Peran pemerintah daerah apa saja?

Pemerintah daerah adalah garda terdepan yang di-backup pemerintah pusat. Jajaran TNI di daerah juga cukup sigap.

Kami juga segera melakukan tindakan preventif agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

 Apa saja yang akan dilakukan pemerintah pusat dan daerah?

Misalnya meninggikan tanggul danau Tandano 1 meter tahun depan agar ada pintu-pintu air untuk mengontrol. Selain itu, Daerah Aliran Sungai (DAS) perlu segera diperbaiki.

Apa ada upaya relokasi masyarakat?
Masalah relokasi tentu kita kembalikan kepada tata ruang kota supaya diatur dengan baik. Berdasarkan data yang saya terima, sekitar 20 persen penduduk Manado tinggal di bantaran sungai.

Rumah yang terseret, apa dibangun lagi?

Itu tergantung Pemda. Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) akan menyediakan rusunawa (rumah susun sewa). Tapi asal ada tanahnya. Yang  jelas, Kemenpera akan merancang hunian masyarakat yang aman, sehingga memaksa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai itu pindah. Sebab, tinggal di sana bukan hanya membahayakan jiwa penghuninya. Tapi juga pidana karena melanggar aturan.

Oh ya, sejumlah kader Golkar tersangkut kasus korupsi, ini bagaimana?
Setiap pemberitaan yang berkaitan dengan kasus seorang kader partai, apalagi terkait kasus korupsi tentu mengganggu.

Apa yang akan dilakukan?
Tentu kami akan bersikap tegas dan menyerahkan sepenuhnya pada proses hukum. Ini akan menjadi pembelajaran bagi kita untuk sama-sama menjalankan politik bersih.

Apa kader yang tersangkut korupsi perlu dinonaktifkan dari kepengurusan?

Kalau sudah diputuskan bersalah, saya sependapat yang bersang kutan dinonaktifkan.

Kalau belum jelas, jangan dulu. Kami menghargai asas praduga tak bersalah.  ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya