Berita

Julian Aldrin Pasha

Wawancara

WAWANCARA

Julian Aldrin Pasha: Belum Tahu Apa Presiden Nginap Di Pengungsian

SELASA, 21 JANUARI 2014 | 10:11 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Presiden SBY akan mengunjungi korban Gunung Sinabung, Tanah Karo, Sumatera Utara, Kamis (23/1) mendatang. Tapi belum diketahui apa Presiden akan menginap di pengungsian atau tidak.

“Saya nggak tahu. Nanti saja itu. Saya kira etisnya kan dijelaskan setelah Bapak Presiden berkunjung,” ujar Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha kepada Rakyat Merdeka, Minggu (19/1).

“Presiden SBY Insya Allah akan berkunjung ke Tanah Karo, tempat pengungsian  korban Gunung Sinabung,  23 Januari 2014. Bapak Presiden akan bertemu dengan saudara-saudara kita di tempat pengungsian di Kabanjahe, Tanah Karo,” tambahnya.


Seperti diketahui, selama tiga bulan Gunung Sinabung terus mengeluarkan letusan dan memuntahkan awan panas. Kondisi ini membuat 25.516 jiwa atau 7.898 kepala keluarga di lereng gunung terpaksa mengungsi.

Berikut kutipan selengkapnya:

Presiden dianggap kurang peduli terhadap pengungsi Gunung Sinabung, menurut Anda?
Tidak betul itu. Sesungguhnya Presiden telah menaruh atensi atas bencana Gunung Sinabung.

Atensi apa itu?
Saat awal terjadinya bencana Gunung Sinabung pertengahan September, Presiden telah menugaskan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono sebagai wakil pemerintah untuk menangani bantuan. Pak Presiden meminta agar Pak Agung Laksono meninjau ke Tanah Karo, Sumatera Utara.

Dalam rapat terbatas penanganan bencana Gunung Sinabung, 26 Nov 2013, Menko Kesra telah melaporkan hasil kunjungannya kepada Presiden.

Apa yang dilaporkan?
Intinya kondisi Gunung Sinabung saat itu.

Lalu apa yang dilakukan Presiden?
Presiden langsung meminta agar jajaran pemerintahan di bawah koordinasi Menko Kesra terus memonitor dan memberikan bantuan yang diperlukan terhadap para pengungsi Gunung Sinabung.

Selain itu, Presiden juga telah memerintahkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pak Syamsul Maarif untuk melakukan langkah antisipasi atas aktivitas awal Gunung Sinabung. BNPB pun terus bekerja dan melaporkan setiap perkembangan terkini kepada Presiden.

Apa itu saja?
Tidak hanya itu, Presiden juga terus mengikuti perkembangan dan telah menelepon langsung Gubernur Sumatera Utara untuk menanyakan perkembangan situasi dan penanganannya.

Hanya mengikuti perkembangan, menerima laporan, dan memberikan arahan?
Tidak. Seperti diketahui belum lama bantuan dari Presiden berupa 8.000 paket makanan, minuman dan obat-obatan telah tiba di Tanah Karo. Aparat setempat telah menyebar bantuan tersebut ke 89 titik pengungsian untuk 26.174 jiwa.

Ada yang bilang Presiden datang ke Sinabung sekarang cuma untuk tebar pesona, apa itu betul?
Sama sekali tidak. Ada dua tujuan kehadiran Presiden nanti. Pertama, Pak Presiden ingin memberikan support moril kepada para korban. Sebab, kehadiran Presiden sangat diharapkan oleh warga di sana.

Kedua, kehadiran Presiden SBY di sana bertujuan untuk memastikan bahwa penanganan para pengungsi dan bantuan yang diberikan berjalan dengan baik.

Dengan Presiden melihat langsung, diharapkan bahwa kebijakan pemerintah akan lebih cepat dirasakan manfaatnya untuk masyarakat.

Bagaimana dengan banjir Manado?
Pak SBY sangat prihatin atas terjadinya bencana di Manado.  Presiden juga terus mengikuti perkembangan dan telah menelepon langsung Gubernur Sulawesi Utara untuk menanyakan perkembangan situasi dan penanganannya.

Ada rencana Presiden ke Menado?
Saya belum tahu. Tapi untuk Manado, Presiden telah menugaskan Wakil Presiden Boediono untuk meninjau langsung. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya