Hujan baru sepekan menghantam Jakarta. Namun, roda ekonomi nyaris lumpuh dan ratusan miliar rupiah pun hilang.
Perhatikan saja beberapa pusat bisnis di ibukota seperti kawasan ITC, WTC, Pusat Bisnis Mangga Dua, Kelapa Gading dan turut di dalamnya pasar-pasar tradisional porak-poranda diterjaang banjir. Diperkirakan, kerugian per harinya mencapai Rp 50 miliar.
"Totalnya sekitar 20 ribu toko yang terkena dampak banjir. Dengan omzet rata-rata Rp 5 juta per kios maka kerugian diperkirakan mencapai Rp 50 miliar per hari," papar Sarman Simanjorang selaku Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DKI Jakarta, Senin (20/1).
Sarman memperkirakan Tanah Abang adalah kawasan yang paling banyak mengalami kerugian akibat banjir. Bila pada kondisi normal perputaran uang di Tanah Abang sebesar Rp 200 miliar per harinya. Maka dengan kondisi seperti ini, diperkirakan roda ekonomi Tanah Abang hanya berjalan sekitar 40 persen saja.
"Sedangkan di kawasan Jatinegara Barat, hampir semua toko tutup. aktivitas perdagangan di sana hampir lumpuh," ucapnya.
Untuk kawasan Kelapa Gading sendiri Sarman perkirakan kerugian mencapai angka Rp 40 miliar per hari. Kerugian diperkirakan muncul tak hanya dari kawasan pengusaha saja, melainkan juga dari kalangan perbankan.
Untuk kawasan industri Pulogadung sendiri menurut Sarman tidak terlalu terganggu. Pasalnya, banjir yang melanda daerah tersebut ternyata tidak begitu mengganggu aktivitas 300 pabrik di area tersebut. Sama halnya dengan kawasan industri garmen dan takstil di Kawasan Berikat Nusantara (KBN). Semua aktivitas di KBN hingga saat ini masih berjalan normal. Namun, yang bermasalah adalah kawasan arus lalu lintas macet yang menyebabkan waktu tempuh perjalanan semakin lama.
"Kita sangat apresiasi upaya dan kerja keras yang telah dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta untuk mengantisipasi banjir seperti perawatan drainase, pengerukan kali, penertiban penampungan air seperti waduk Pluit, waduk Ria Rio maupun perluasan ruang hijau," tukasnya.
[wid]