Berita

foto: net

Olahraga

Janji Jokowi Soal Banjir Masih Dinanti Warga Jakarta

SABTU, 18 JANUARI 2014 | 19:10 WIB | LAPORAN:

Banjir Jakarta merupakan persoalan klasik Ibukota. Gubernur DKI Jakarta saat ini, Joko Widodo telah berjanji untuk segera mengatasi persoalan banjir yang setiap tahun menghantui Ibukota. Namun, di musim penghujan tahun ini dengan banyaknya titik banjir di Jakarta, warga Jakarta menilai bahwa Jokowi belum dapat merealisasikan janjinya kepada warga Jakarta.

Seorang warga Jakarta Utara yang rumahnya terendam banjir, Ririn Sefrina mengaku telah melihat adanya itikad baik dari Jokowi untuk menyelesaikan persoalan banjir di Jakarta. Namun ia menyayangkan upaya-upaya yang dilakukan masih belum maksimal. Perempuan berusia 21 tahun itu juga masih menunggu terealisasinya janji-janji Jokowi untuk kemajuan Jakarta.

“Saya melihatnya Jokowi sudah berusaha untuk mengatasi banjir di Jakarta ini. Cuma memang belum menyeluruh saja” tutur Ririn kepada Rakyat Merdeka Online siang tadi (Sabtu, 18/1).


Ririn juga berharap agar Gubernur memperhatikan korban banjir di Kampung Pulo, karena ketinggian banjir di wilayah tersebut mencapai tiga meter. Selain itu, warga Tanjung Priuk ini meminta agar waduk pluit tidak dialihfungsikan. Baginya, waduk Pluit harus dijaga kebersihannya karena dapat menyerap air hujan.

“Kalau bisa, waduk pluit itu tetap dijadikan waduk saja. Jangan ada pengurukan. Yang penting kebersihannya terjaga supaya bisa menampung air hujan” jelas Ririn.

Senada dengan Ririn, warga Jakarta lainnya Whisnu Mardiansyah menilai bahwa upaya Jokowi dalam menangani banjir yang cukup efektif adalah terkait dengan normalisasi waduk. Sementara untuk terowongan banjir Whisnu menilai bahwa hal itu belum terealisasi.

“Saya masih ingat waktu itu Jokowi pernah bilang akan membuat terowongan banjir tanpa tender. Tapi sampai saat ini belum terealisasi. Bagi saya, program yang kaitannya dengan banjir baru normalisasi waduk saja yang sudah terealisasi," tukas pria berusia 22 tahun itu.

Whisnu juga berpendapat bahwa dari segi kapasitas Gubernur DKI terdahulu, Fauzi Bowo lebih baik dari pada Jokowi. Namun, Fauzi Bowo kurang mendapat sorotan. Whisnu juga menyarankan agar Jokowi tidak melupakan tugas utamanya sebagai Gubernur. Karena pemberitaan saat ini, lebih menyoroti pada elektabilitas Jokowi pada pemilu 2014 mendatang. [ian]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Korban Jiwa Gempa NTT Bertambah jadi 53 Orang, 135 Warga Luka-Luka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 20:27

Rusak Berat Diguncang Gempa, Hotel Jayakarta Suites Komodo Flores Tutup Sementara

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:43

SBY Minta Maaf

Minggu, 16 Agustus 2026 | 19:15

Tembus Jalur Laut, Bantuan Gempa M 7,7 Disalurkan ke Pulau Palue Sikka

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:47

Polri Terbangkan 10 Anjing K9 untuk Cari Korban Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 18:12

3,4 Ton Logistik untuk NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:50

Reza Aulia Diberhentikan, Kursi Direktur Niaga Garuda Kosong

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:40

Kemendikdasmen Jangan Lamban Merespons Gempa NTT

Minggu, 16 Agustus 2026 | 17:04

Retorika Janji Kemerdekaan

Minggu, 16 Agustus 2026 | 16:35

Jalur Alternatif Darat Penghubung Ende-Nagekeo Masih Terputus

Minggu, 16 Agustus 2026 | 15:33

Selengkapnya